YOUTHINDONESIAN | CIMANUK, PANDEGLANG — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak surut meski sejumlah wilayah di Desa Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, mengalami keterbatasan tempat untuk melaksanakan upacara.


Selama ini, masyarakat Desa Cimanuk memiliki tradisi melaksanakan upacara kemerdekaan di tingkat RT masing-masing. Namun, tidak semua RT dapat menyelenggarakan upacara secara mandiri karena terkendala ketersediaan lapangan yang memadai.


Melihat kondisi tersebut, KKN 37 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten berinisiatif menginisiasi upacara gabungan yang melibatkan masyarakat dari 7 RT. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan TK Al-Hidayah, Desa Cimanuk, agar seluruh masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti upacara dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia.


Inisiatif tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN 37. Bukan sekadar menjalankan program kerja, mahasiswa berupaya melihat kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi sederhana yang dapat dirasakan secara langsung.


Dalam pelaksanaannya, Ilham selaku Ketua KKN 37 UIN SMH Banten dipercaya menjadi Komandan Upacara. Sementara itu, Ustadz Rahmat, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Ikatan Remaja Masjid (IREMA) Desa Cimanuk, bertugas sebagai instruktur upacara.


Dalam amanatnya, Ustadz Rahmat menyampaikan rasa sedih sekaligus bangga ketika mengingat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.


Ia juga mengapresiasi langkah mahasiswa KKN 37 yang telah menginisiasi pelaksanaan upacara gabungan sehingga masyarakat yang sebelumnya terkendala tempat tetap dapat merasakan dan mengikuti momentum peringatan kemerdekaan.


> “Kita merasa sedih ketika mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya. Tetapi kita juga harus bangga karena hari ini kita masih bisa berkumpul, berdiri bersama dan melaksanakan upacara untuk mengenang perjuangan mereka,” ujar Ustadz Rahmat.


Menurutnya, inisiatif mahasiswa KKN 37 patut diapresiasi karena mampu menyatukan masyarakat dari berbagai RT dalam satu kegiatan.


Sementara itu, Ilham mengatakan bahwa gagasan upacara gabungan muncul dari keinginan sederhana agar tidak ada masyarakat yang kehilangan kesempatan untuk mengikuti upacara kemerdekaan hanya karena keterbatasan lapangan di wilayahnya.


> “Biasanya setiap RT melaksanakan upacara masing-masing. Namun karena ada beberapa RT yang terkendala tempat atau lapangan, kami dari KKN 37 berinisiatif untuk menggabungkannya. Harapannya, seluruh masyarakat tetap bisa merasakan khidmatnya upacara Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Ilham.


Menurut Ilham, momentum kemerdekaan harus menjadi milik seluruh masyarakat. Karena itu, keterbatasan fasilitas seharusnya tidak menjadi penghalang untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan mengenang jasa para pahlawan.


Upacara gabungan tersebut pun berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Warga dari tujuh RT berkumpul di Lapangan TK Al-Hidayah, bersama mahasiswa KKN 37, tokoh masyarakat, pemuda, dan unsur masyarakat lainnya.


Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa gotong royong mampu menghadirkan solusi atas keterbatasan yang ada. Mahasiswa dan masyarakat bersama-sama menciptakan ruang untuk merayakan kemerdekaan.


Melalui kegiatan ini, KKN 37 UIN SMH Banten berharap semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap bangsa dapat terus tumbuh di Desa Cimanuk.


Sebab, kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk diisi dengan kebersamaan, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.