Mama Yasinta Moiwend Tokoh adat Papua yang ditipu, diperalat dan diperdaya habis-habisan oleh Dandhy Laksono Cs

YOUTHINDONESIAN.COM | Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, tokoh perempuan adat Marind dari Merauke, Papua Selatan, akhirnya mengaku dikelabui dan diperalat oleh kelompok aktivis lingkungan yang dipimpin sutradara Dandhy Laksono beserta jaringan LBH Papua Pusaka dan elemen separatis pendukung narasi Papua Merdeka.
Awalnya Mama Sinta hanya diajak seorang bernama Aris untuk menyuarakan aspirasi masyarakat adat soal pembukaan lahan. Namun, pernyataannya dimanfaatkan, dibesar-besarkan, dan dijadikan bahan utama film dokumenter "Pesta Babi" karya Dandhy Laksono. Film itu sengaja membentuk narasi hitam terhadap proyek Food Estate (PSN Lumbung Pangan) pemerintah, seolah-olah merupakan perampasan tanah dan kolonialisme baru, padahal tujuannya justru pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Setelah berulang kali "dimobilisasi" ke Jakarta, Jayapura, dan Makassar tanpa hasil nyata selain kelelahan, Mama Sinta merasa telah diperdaya dan dijadikan alat propaganda. Kini ia tegas keluar dari LBH tersebut, menarik dukungannya, dan menyatakan mendukung penuh program Food Estate era Prabowo Subianto. Ia bahkan berharap bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan serta perbaikan rumah yang sudah tidak layak huni.
Kasus ini semakin membuktikan bagaimana kelompok aktivis tertentu, yang kerap berafiliasi dengan narasi separatis Papua Merdeka, memanfaatkan tokoh adat demi kepentingan politik dan ideologi mereka, bukan untuk kepentingan rakyat Papua itu sendiri. Mama Sinta kini memilih jalan realistis: mendukung pembangunan yang memberi manfaat konkret bagi masyarakat adat.