YOUTHINDONESIAN - Ruang kelas SMK As-Sukiyah Kalanganyar di Kabupaten Lebak menjadi tempat bagi puluhan siswa untuk mengenal cara kerja rangkaian elektronik. Melalui layar komputer siswa mencoba menyusun alarm pengingat minum obat dengan memanfaatkan Arduino pada platform Tinkercad.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 April 2026 tersebut diikuti oleh 90 siswa. Mereka diajak melihat bagaimana perangkat elektronik dapat diatur melalui program untuk menjalankan fungsi tertentu. Alarm pengingat minum obat dipilih agar siswa memperoleh contoh penerapan teknologi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Program tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Encik Yoega Renaldi. Tim juga melibatkan Ade Sumaedi dan Theofilus Herly Hatonangan Samosir dari Universitas Pamulang serta Dewi Andriani sebagai kolaborator bidang kesehatan. 2 mahasiswa Universitas Pamulang yaitu Muhammad Ade Alfarizi dan Reni turut membantu pelaksanaan kegiatan.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa memungkinkan siswa memperoleh pendampingan selama proses latihan. Tim dosen menyiapkan materi dan menjelaskan cara kerja sistem sedangkan mahasiswa membantu siswa ketika menyusun rangkaian dan menjalankan simulasi. Pendampingan dilakukan agar setiap kelompok dapat mengikuti kegiatan meskipun belum memiliki pengalaman dalam pemrograman mikrokontroler.
Selama pelatihan siswa dikenalkan pada sejumlah komponen yang digunakan dalam rancangan. Komponen tersebut antara lain Arduino Uno dan modul waktu serta layar LCD dan perangkat pemberi tanda. Setiap bagian memiliki peran dalam menghasilkan informasi waktu dan mengaktifkan peringatan sesuai pengaturan yang dimasukkan ke dalam program.
Setelah memperoleh penjelasan siswa mencoba menghubungkan setiap komponen melalui ruang kerja virtual Tinkercad. Mereka juga mengamati perubahan yang terjadi ketika susunan rangkaian atau perintah program diperbaiki. Kesalahan pemasangan dapat diketahui melalui simulasi sehingga siswa dapat melakukan percobaan tanpa merusak perangkat fisik.
Rancangan yang dipelajari bekerja dengan membaca waktu yang telah ditentukan. Ketika jadwal tercapai sistem menampilkan informasi melalui layar dan menghasilkan peringatan berupa bunyi serta cahaya. Proses tersebut membantu siswa memahami keterkaitan antara program yang ditulis dan respons yang diberikan oleh rangkaian.
Penggunaan alarm obat sebagai bahan latihan turut mempertemukan pembelajaran teknologi dengan persoalan kesehatan. Sistem tersebut memberikan gambaran bahwa kemampuan elektronika tidak hanya digunakan untuk kebutuhan industri tetapi juga dapat dikembangkan menjadi perangkat pendukung aktivitas masyarakat.
Kegiatan berlangsung melalui penjelasan singkat dan demonstrasi yang diikuti latihan kelompok. Siswa bergantian mengamati rangkaian dan membaca program serta mencoba memperbaiki bagian yang belum berjalan sesuai rencana. Pola kerja kelompok memberi kesempatan kepada mereka untuk membagi tugas dan membicarakan penyelesaian ketika menemukan kendala.
Pemahaman peserta diperiksa sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi internal menunjukkan peningkatan persentase jawaban benar dari 42,2 persen menjadi 93,3 persen. Angka tersebut digunakan oleh tim pelaksana untuk melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti penjelasan dan praktik.
Selain kemampuan mengenali komponen siswa mulai memahami cara sebuah perintah diterjemahkan menjadi respons pada perangkat elektronik. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran karena peserta tidak hanya melihat hasil akhir tetapi juga mengikuti proses penyusunan sistem.
Pelatihan masih dilakukan menggunakan simulasi sehingga rancangan yang dikerjakan siswa belum diwujudkan sebagai perangkat fisik. Pengembangan berikutnya dapat dilakukan melalui praktik menggunakan komponen asli agar siswa memperoleh pengalaman lebih lanjut dalam pemasangan dan pengujian perangkat.
Sekolah juga menerima bahan pembelajaran yang dapat digunakan siswa untuk mengulang latihan. Materi tersebut dapat menjadi pendamping kegiatan teknologi dan membantu siswa mengembangkan rancangan sederhana lainnya sesuai dengan ketersediaan fasilitas.
Program ini mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pamulang. Kegiatan tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi siswa untuk mempelajari teknologi melalui praktik sekaligus melihat penerapannya dalam menjawab kebutuhan di lingkungan masyarakat. ***
0Komentar