Menabung ke Bank atau investasi pakai Emas???


Menabung merupakan aktivitas menyimpan sejumlah uang yang kita sisihkan. Banyak sekali alasan orang untuk menabung. Mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan, traveling, bahkan untuk menyiapkan dana tak terduga untuk hal yang bersifat darurat atau insidental.

Banyak sekali cara yang dilakukan untuk menabung. Mulai dari menyipannya sendiri di rumah dengan memakai sebuah celengan, dompet, bahkan brangkas, sampai menabung dengan menggunakan jasa perbankan. Tentu dari sekian banyak jenis tabungan memiliki kelebihan dan kekurangan.

Menabung di bank, tentu kelebihannya uang yang kita simpan akan dijamin keamanannya tanpa khawatir akan hilang atau dicuri. Sementara kekurangannya adalah akan ada biaya administrasi setiap bulannya yang memotong uang tabungan kita secara otomatis. Maka jumlah uang yang akan kita terima di akhir tidak akan utuh sesuai hitungan kita saat menabung dari awal sampai akhir.

Sebenarnya selain 2 cara menabung di atas, terdapat satu alternatif menabung yang lain yang dianggap sebagian orang menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang, yaitu menabung dengan emas.

Siapa yang tidak mengenal emas? Barang yang sedang menjadi tranding topic berkat kenaikan harganya yang melonjak dan drastis dari hari ke hari. Emas pun menjadi barang mewah dan symbol kekayaan. Setiap orang pun tidak asing mendengar kata emas. Bahkan orang tua jaman dahulu menyimpan dan memperbanyak aset kekayaan mereka dengan emas atau bisa dibilang emas sebagai alat investasi.

Menyimpan uang atau menabung memakai emas tentu akan banyak memberikan keuntungan. Pasalnya harga emas biasanya akan naik dari tahun ke tahun. Meskipun tidak ada satu orang pun yang dapat memprediski harga emas akan naik atau turun esok hari, bahkan pakar ekonomi sekalipun. Track record harga emas juga dari tahun ke tahun memang selalu naik, bukan berarti emas tidak akan pernah turun. Harga emas bisa turun, tetapi biasanya secara perlahan dan dengan range harga yang tipis. Sebaliknya harga emas itu sering kali naik secara drastis, tetapi sebenarnya tidak ada jaminan juga emas bakal turun drastis.

Pertanyaannya adalah mengapa harga emas itu selalu berubah-ubah? Kenaikan harga emas biasanya terjadi ketika adanya ketidakpastian seperti adanya pandemi, perang, bencana alam dan lain sebagainya. Setiap tahunnya di dunia ini pasti ada saja ketidakpastian terjadi. Bahkan di Indonesia sendiri ketidakpastian itu sering kali terjadi. Hal itulah yang menyebabkan harga emas setiap harinya berubah-ubah.

Emas pun ada emas campuran dan emas murni. Emas campuran yaitu seperti perhiasan dan emas murni yaitu emas batangan atau emas berbentuk koin. Tetapi dalam hal ini emas yang baik untuk digunakan sebagai tabungan adalah emas murni bukan emas perhiasan. Mengapa demikian? Emas perhiasan merupakan emas yang sudah dicampur dengan logam lainnya. Jadi kadarnyapun berkurang. Sedangkan emas murni itu memiliki kadar 24 karat.

Biaya pengolahan emas menjadi sebuah perhiasan pun kerap menjadi pertimbangan harga, yang menjadikannya mahal. Tetapi nanti saat menjualnya biaya tersebut sama sekali tidak diperhitungkan. Jadi harganyapun turun jauh dari hari saat kita membeli. Disamping itu, emas perhiasan juga memiliki trend tersendiri. Ketika kita membelinya saat ini, dan dijual beberapa tahun kemudian, bisa jadi harga menjadi rendah karena sudah tidak menjadi trend lagi. Maka dari itu emas murni lah yang menjadi pilihan tepat dijadikan sebagai tabungan.

Seringkali orang berpikir bahwa harga emas itu mahal, emas murni yang bisa dimiliki paling rendah 1 gram. Harus dikatakan bahwa itu adalah trend lama. Saat ini sudah banyak sekali beredar emas dengan pecahan lebih kecil, mulai dari 0.5, 0.2, 0.1 bahkan sampai 0.025 dengan berbagai brand perusahaan tentunya. Maka bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah ini bisa menjadi solusi untuk menabung emas dengan harga yang murah.

Sesuatu dikatakan menabung adalah menyimpan uang dengan rutin. Maka dalam hal ini kita bisa membeli emas dengan pecahan kecil secara rutin. Dari tabungan emas kita tersebut, dalam jangka waktu 5 tahun kedepan misalnya, akan banyak memberikan keuntungan. 

Maka kesimpulannya adalah belilah emas secara rutin ketika kita memiliki uang dan percayalah dalam jangka panjang harga emas tersebut akan naik, seperti apa yang dikatakan Safir Senduk seorang pakar Perencanaan Keuangan. Ketika berada pada kondisi kita memiliki kebutuhan maka emas tersebut bisa dijual, tetapi ketika tidak ada kebutuhan terus saja rutinkan membeli. Begitulah emas menjadi solusi untuk menyelamatkan nilai rupiah kita yang memang dari waktu ke waktu semakin tidak ada nilainya.


Oleh : Rikmi

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama