Islam dan Semangat Kelestarian Alam yang Jarang Dibahas

 

(Gambar oleh Robert C dari Pixabay)

Banyak diantara masyarakat muslim awam yang menganggap bahwa ajaran Islam dipahami hanya berkutat pada masalah dakwah ataupun ceramah agama yang sifatnya praktek ritual ibadah seperti sholat, puasa dan sejenisnya. Padahal telah dijelaskan bahwa dien Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah Rahmatan Lil ‘Alamin, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta, baik itu rahmat untuk kehidupan manusia, tumbuhan, hewan ataupun lingkungan.


Islam bukan sekedar ritual ibadah semata, tetapi juga agama yang memiliki  praktek nyata dalam implementasinya di kehidupan, Islam adalah agama yang sempurna, ajarannya meliputi segala apapun, bukan hanya soal urusan personal tapi juga mencakup urusan sosial, lingkungan, hukum, ilmu pengetahuan bahkan ekonomi, semuanya telah diatur dalam ajaran Islam. Seperti yang difirmankan oleh Allah dalam Al-Quran.


Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …”[Q.S Al-Maidah: 3]


Hal itu menunjukan bahwa ajaran Islam tidak semata berkutat diurusan ritual ibadah, tapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan, salah satunya yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan alam.


Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. [Q.S Al-A’râf/7:56]


Ajaran Islam selama ini kebanyakan hanya dipahami sebagai agama yang bersifat ritual ibadah, padahal Islam juga mengatur hubungan antara manusia dengan segala sesuatu yang ada di sekitarnya, misalnya di dalam ajaran Islam dilarang menyiksa binatang atau membunuh binatang tanpa sebab, dilarang membakar pohon atau tanaman, dilarang merusak lingkungan, mencemari air dan anjuran serta perintah lainnya yang sifatnya bukan hanya sekedar praktek ritual ibadah.


Namun terlepas dari itu semua, ajaran Islam yang membahas tentang pelestarian alam ataupun lingkungan jarang sekali diangkat ataupun menjadi bahan pembahasan oleh para ulama, padahal bumi yang kita tempati ini adalah sebuah amanah yang harus diurus dan dikelola dengan baik.


Tapi kerap kali manusia tidak menjalankan fungsi mengelola bumi ini dengan benar, dan lebih banyak berbuat kerusakan di dalamnya, dalam konteks ini, umat Islam juga seharusnya mempelajari ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan konteks pelestarian lingkungan, Islam tidak lagi semata-mata agama ritual, tapi juga agama yang di setiap ajarannya memiliki sifat impementatif yang berdampak di dalam kehidupan nyata, sehingga pantaslah Islam disebut sebagai agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin, karena kehadirannya selalu membawa kebaikan dan rahmat bagi seluruh alam.


Begitu amat banyak ayat Al-Quran yang berisi perintah untuk menjaga bumi dari kerusakan, namun kerap kali kita abai terhadap hal tersebut, dan lebih tertarik pada masalah Islam politik yang sarat dengan nafsu kekuasaan, mungkin karena pembahasan kelestarian lingkungan dianggap tidak begitu “seksi”, karena tidak memberikan keuntungan bagi yang memperjuangkan atau membahasnya, masih sangat sedikit sekali referensi keIslaman yang membahas tentang kelestarian lingkungan, kebanyakan hanya berkutat pada praktik ritual ibadah atau politik kekuasaan semata.


Padahal begitu jelas dalam Al-Quran disampaikan bahwa begitu banyak  ayat-ayat yang menerangkan untuk menjaga bumi yang kita tinggali ini dari kerusakan.


“…. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Q.S Al-Qashash ayat 77).


Sehingga di sini begitu nyata hubungan antara Islam dengan lingkungan serta keberlangsungan alam sangatlah jelas, bahwa Islam memerintahkan para penganutnya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bumi dari kerusakan. Lalu apa yang harus dilakukan, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh umat Islam untuk mengimplementasikan ajaran Islam yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan, seperti misalnya menghemat penggunaan listrik, mengurangi sampah plastik, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan ecco transport (transportasi ramah lingkungan).


Melakukan advokasi terhadap masalah lingkungan, membahas dan menggali studi keIslaman yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan dan alam, serta gerakan bumi hijau, reboisasi ataupun hal lainnya yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan alam yang kita tinggali, yaitu bumi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama