Masyarakat Kampus Yang Ideal



Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terikat oleh, atau yang mengikatkan diri pada, suatu asas kehidupan tertentu. Menurut Maclver, Pengertian Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok, berbagai golongan dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan individu (manusia). 

Masyarakat perguruan tinggi, yang secara lebih populer dikenal dengan sebutan “masyarakat kampus”, dan telah diketahui secara umum, bahwa warga masyarakat kampus terdiri atas tiga kelompok fungsional, yaitu kelompok pengajar atau pendidik (disebut pula staf edukatif), kelompok pelajar atau anak didik (disebut mahasiswa), dan kelompok tenaga non-edukatif. Kelompok terakhir ini terdiri atas pegawai teknik (studio, laboratorium, kebun percobaan, bengkel dan lain sebagainya), pegawai tata usaha dan keuangan, serta karyawan “non spesifik” (penjaga, pesuruh, dsb.). Keseluruhan merupakan bagian dari masyarakat akademi. Karena itu ia terutama manganut asas profesionalisme ilmiah. Dengan demikian sikap dan kemampuan ilmiah menjadi tolok ukur terkemuka bagi martabat warga masyarakat itu. 

Sikap ilmiah mengandung inti kemakluman akan kepentingan pandangan ilmiah. Ini berarti, bahwa sikap semacam ini memiliki posisi strategis dalam menciptakan dan mengembangkan suasana yang lebih harmonis, dengan kata lain Mahasiswa sebagai subjek dan eksekutor untuk mewujudkan cita-cita itu. 

Sebagaimana yang telah tertera dalam Tri Darma perguruan tinggi, yang mengharuskan mahasiswa untuk bisa berperan dalam setiap lini kehidupan dan mampu mentransformasikan norma-norma kebaikan yang berlaku, dan mampu menghadapi setiap perkembangan zaman. 

Mahasiswa Adalah Pemuda Dambaan

Mahasiswa adalah pemuda dambaan yang bisa menentukan arah gerak suatu bangsa, mahasiswa adalah pemuda yang memiliki posisi strategis di tengah-tengah masyarakat, dan pemuda yang memiliki idealisme tinggi untuk memperkokoh tatanan kehidupan. Tan Malaka pernah berkata, "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya di miliki oleh pemuda". Tidak heran bahwa idealisme pemuda menjadi tolak ukur kualitas seorang pemuda, karena pemuda memiliki semangat juang yang lebih untuk menata tatanan kehidupan bangsa dan negara. 

Telah tercatat dalam sejarah bahwa pemuda adalah pahlawan dalam merebut kemerdekaan, baik di indonesia maupun di negara lain. Imam As-Syahid Hasan Al-Banna berkata, "Sesungguhnya aku umat merindui pemuda yang tidak tidur lena karena memikirkan masalah umat". Pernyataan tersebut memiliki nilai yang sangat mendalam untuk mengakui keberadaan pemuda. Dan mahasiswa adalah kaum midle class yang berada di antara masyarakat dan pemangku kebijakan, maka dibutuhkan responsibilitas terhadap semua permasalahan yang ada dan dituntut untuk bisa menyelesaikan-nya. 

Peran dan Fungsi Mahasiswa

Mahasiswa memiliki banyak sekali tanggung jawab yang harus diselesaikan, problematika di dalam kampus maupun di luar kampus, dia harus mampu mengkonsolidasi setiap elmen dan menjalin rekonsiliasi  baik dengan komponen dalam kampus maupun di luar kampus. Peran dan fungsi mahasiswa sebagai berikut :

1. Direct Of Change, adalah peran pemuda berkelanjutan setelah peran sebagai agent of change terpenuhi. Sehingga, ketika mahasiswa berhasil mempelopori gerakan perubahan bagi lingkungannya, tindak lanjutnya harus menjaga kestabilan perubahan tersebut maka mahasiswa tidak dapat melepas perubahan yang telah terjadi. 

2. Agent Of Change, mahasiswa agent perbahan yang dengan keilmuan-nya mampu merubah tatanan masyarakat baik menjadi lebih baik, masyarakat yang harmonis, makmur dan sejahtera. Ini adalah cita-cita bangsa dan harapan bangsa agar mahasiswa mampu mewujudkan itu semua. 

3. Iron Stock, Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa sebagai pengganti generasi-generasi sebelumnya, tentu dengan kemampuan, keterampilan dan akhlak mulia yang inheren dalam dirinya. Dengan kata lain, mahasiswa adalah aset, cadangan, dan harapan bangsa di masa depan.

4. Moral Force, adalah gerakan yang bertumpu pada nurani luhur dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.  Mahasiswa diharapkan mampu sebagai moral force dalam kehidupan masyarakat, sehingga masyarakat mampu menjadi insan yang bermoral.

5. Social Control, merupakan suatu sistem yang mendidik, mengajak bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai dan norma - norma sosial agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan tertib dan teratur.

Dari pembahasan ini mengandung makna bahwa, jika ingin menciptakan masyarakat kampus yang ideal dan mampu mempersatukan setiap elmen, baik kampus maupun di luar kampus, kita hanya cukup memahami dan mengaplikasikan point-point tersebut. Karena point-point itu memiliki makna yang sangat luar biasa bagi pembangunan bangsa dan harapan besar bagi kita sebagai mahasiswa untuk bisa  mewujudkan-nya.

Oleh : Roja Rohmatulloh, Mahasiswa Ilmu Hadits, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama