Tumbuhkan kepedulian sosial kaum milenial, SocialEdu gelar webinar kondisi mutakhir di lokasi bencana


Serang (27/01/2020) Lembaga Kajian Sosial, Socialedu Center, selenggarakan Webinar bertema "Kondisi Terkini di Lokasi Bencana" melalui jejaring virtual Live Instagram. Kegiatan itu bertujuan untuk mengetahui keadaan mutakhir di lokasi bencana, dalam hal ini gempa bumi berkekuatan magnitude 6,2 yang melanda Provinsi Sulawesi Barat.

Pada kesempatan Webinar yang di pandu oleh, Iman Karto selaku Host dan Wakil Direktur, turut di undang Direktur Pusat, sebuah lembaga sosial kemanusiaan, Rumah Kami Peduli (RKP) menjadi narasumber. Hadir pula Direktur Socialedu Center, Imam Maulana, S.Sos.

Refki Abdillah, Direktur Pusat Rumah Kami Peduli, mengatakan bahwa H+3 gempa terjadi, bantuan baru bisa berdatangan ke lokasi bencana.

"H+3 pasca gempa terjadi, bantuan baru bisa masuk dan berdatangan" jelasnya.

Refki juga menambahkan bahwa peristiwa gempa yang melanda Provinsi Sulbar tepatnya di kabupaten Majene Kecamatan Malunda. Masa tanggap bencana yang awalnya di tetapkan sampai 28 Januari pun kembali di perpanjang oleh pemerintah setempat.

"Gempa yang terjadi di Sulawesi Barat tepatnya berada di kabupaten Majene Kecamatan Malunda. Pantauan relawan RKP mengenai kondisi terakhir (26/01) ketika saya berada di sana, para korban bencana masih menempati tenda pengungsian. Dan akibat cukup parahnya dampak kehancuran yang terjadi, pemerintah setempat menetapkan masa tanggap bencana di perpanjang" Paparnya saat di wawancara oleh Iman, selaku Host pada kegiatan tersebut.

Selain mengabarkan terkait kondisi terkini di lokasi bencana. Beliau juga menyampaikan langkah-langkah yang sudah di lakukan para relawan RKP di lokasi bencana.

"Ketika kami para relawan berada di sana (lokasi bencana) kami segera melakukan asesmen lokasi pengungsian dalam upaya mempermudah pengiriman bantuan, melakukan evakuasi para korban bersama dengan lembaga lainnya, mengadakan kegiatan trauma healing kepada anak-anak, membuka dapur umum dan memberikan pengobatan gratis kepada para pengungsi. Kesehatan menjadi aspek yang penting untuk di perhatikan sebab biasanya pengungsi kerap terjangkit penyakit"

Di akhir acara, Refki yang sedang bertolak ke lokasi bencana lainnya yakni menuju Kalimantan Selatan yang sedang di landa banjir, memberikan closing statement bahwasanya kita semua perlu merenung dan introspeksi diri terhadap berbagai bencana alam yang terjadi. 

"Apakah mungkin hal itu juga akibat dari tangan-tangan kita? Sehingga mengakibatkan keseimbangan alam tidak terjaga. Marilah tetap memberikan dukungan materil maupun moril dan mendoakan para penyintas agar kuat serta tabah dalam menghadapi musibah ini" tandasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama