Buah Gagasan Peserta DM3 Banten: Piagam Kejayaan Indonesia -->

Buah Gagasan Peserta DM3 Banten: Piagam Kejayaan Indonesia

Iman Musa
Selasa, 04 Januari 2022

(Suasana forum diskusi peserta DM3 KAMMI Banten)


PANDEGLANG (22/12/21) Pengurus Wilayah KAMMI Banten menyelenggarakan Daurah Marhalah 3 yang di ikuti para Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan itu berlangsung selama 6 hari, Opening Ceremony dilaksanakan di DPRD Provinsi Banten (17/12/21) dan rangkaian agenda berlangsung hingga akhir di Gedung BPSDMD Provinsi Banten, Pandeglang (22/12/21


Pada kegiatan ini para peserta merumuskan ide dan gagasan keindonesiaan yang pada akhir kegiatan mereka sebut sebagai Piagam Kejayaan Indonesi


Di dalam Piagam Kejayaan Indonesia itu dijelaskan bahwa Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada 2035 dan puncaknya pada 204


Para peserta DM 3 Banten 2021 melihat Indonesia kini masih terlihat belum siap menghadapi bonus demografi itu karena masih terdapat banyak masalah dalam setiap sektor terkhusus pada sektor Pendidikan, Ekonomi, Hukum, dan Politik Internasiona


Pada sektor pendidikan, masih banyak hal yang perlu di perbaiki terutama peningkatan sumber daya manusi


Berdasarkan riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia berada pada  peringkat 87 dari 157 negara. Dan tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailan


Sistem pendidikan yang dijalani selama hampir 77  tahun Republik Indonesia merdeka, belum memberikan perubahan yang signifikan terhadap pola pikir sumber daya manusianya. Kualitas dari pendidikan di Indonesia pada akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan belum meratanya kualitas pendidikan tersebut di seluruh daerah di Indonesi


Pada sektor Hukum, sebagai negara Demokrasi, Indonesia belum bisa menerapkan sistem hukum yang pasti, berkeadilan dan bermanfaat kepada setiap warganegarany


Melansir data indeks supremasi hukum (rule of law index) yang dirilis World Justice Project tahun 2020, Indonesia menduduki peringkat 59 dari 128 negara, atau peringkat 9 dari 15 negara di wilayah Asia Timur dan Pasifi


Ini merupakan angka terendah yang diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 14 tahun terakhir. Dan Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan demokrasi caca


Dalam sektor Ekonomi Indonesia terus mengalami penurunan yang berdampak pada naiknya angka kemiskinan dan pengangguran ditambah dengan adanya wabah pandem


Bahkan jumlah kemiskinan di Indonesia terus bertambah, pada 2019 meningkat jumlahnya 1,12 juta individu dan pada 2021 ada  27,54 juta penduduk Indonesia yang dirilis pada bulan Maret oleh Badan Pusat Statistik (BPS


Sementara utang Indonesia juga semakin tinggi pada masa pandemi, data dari Bank Indonesia menunjukkan Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan III 2021 tercatat sebesar 423,1 miliar dolar AS atau tumbuh 3,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy). Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik  dan sektor swasta. Sehingga sektor ekonomi Indonesia saat ini mengalami permasalahan yang cukup komplek


Pada sektor Politik Internasional sebagaimana dalam amanat pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan dan ikut melaksanakan ketertiban duni


Dalam hal ini Indonesia harus ikut berpartisipasi aktif dalam misi-misi perdamaian dunia, tetapi kenyataannya Indonesia kini belum mempunyai pengaruh yang kuat di hadapan negara-negara lain dalam forum-forum internasional yang membahas persoalan perdamaian duni


Dari banyaknya masalah Indonesia yang belum terselesaikan dalam menghadapi bonus demografi, maka atas dasar keprihatinan dan kepedulian kepada masa depan bangsa, peserta Daurah Marhalah 3 KAMMI Banten menuangkan gagasan yang mereka rumuskan untuk format Indonesia Masa Depan dalam sebuah "Piagam Kejayaan Indonesia" yang berisi


1. Meningkatkan kualitas kurikulum Pendidikan Indonesia dengan kebutuhan dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM

2. Memperbaiki Sarana dan Prasarana pendidikan yang tidak layak di seluruh wilayah Indonesia

3. Memperkuat integritas Penegak Hukum dan menghapus peraturan hukum yang tidak jelas

5. Meningkatkan pengawasan hukum yang efektif oleh pengadilan, internal pemerintah, dan komisi negara independen

6. Menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui ekonomi kreatif

7. Menyiapkan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan kepada masyarakat agar menurunkan tingkat kemiskinan

8. Menjalin kerja sama dan memiliki peran strategis dengan negara lain dan aktif dalam forum-forum internasional seperti PBB, OKI, KAA, ASEAN

9. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDA) pada bidang Pariwisata dan Teknologi


Piagam Kejayaan Indonesia ini di buat dan dirumuskan oleh peserta Daurah Marhalah 3 KAMMI Banten sebagai bentuk masukan kepada Pemerintah Indonesia dan pengambil kebijakan agar dapat mempersiapkan rencana pembangunan dengan baik mulai saat ini atas sebuah peluang bonus demografi yang dihadapi Indonesia pada masa yang akan datang.