Scholarship Hunter Wajib Baca, Inilah Tips Membuat Motivation Letter Beasiswa yang Menarik -->

Scholarship Hunter Wajib Baca, Inilah Tips Membuat Motivation Letter Beasiswa yang Menarik

Admin
Minggu, 20 Februari 2022


Youthindonesian - Hai sobat Youth, tahu gak sih, ternyata, masih banyak loh yang bertanya dan belum tahu apa itu motivation letter, hal itu dibuktikan dari tingginya trafik pencarian terhadap keyword yang satu ini. Buat kamu para scholarship hunter, wajib baca ini.


Jadi, motivation letter itu sejenis esai singkat yang menceritakan diri kita dan motivasi kita untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Bisa dibilang motivation letter ini gampang-gampang susah, karena, sebisa mungkin bagaimana caranya kita harus membuat motivation letter yang kita tulis menjadi menarik di mata pemberi beasiswa (sponsor). Sebab, motivation letter kita bersaing dengan ribuan motivation letter lain yang juga sama-sama mengajukan beasiswa.


Nah, berikut ini, tips buat kamu yang mau bikin motivation letter.


1. Menjelaskan latar belakang
Jelaskan latar belakang dirimu secara singkat dan padat, jangan terlalu bertele-tele, boleh sedikit dramatis tapi gak lebay. Misalnya begini,

"Saya tinggal di kampung pelosok yang minim infrastruktur, jika ada kebutuhan yang tak bisa di dapat di kampung, saya harus menempuh jarak sekitar 10 KM, belum lagi kondisi jalan yang kurang layak, berlumpur dan berbatu, membuat perjalan semakin berat, banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Tapi, semua itu bukanlah alasan, walau dengan segala keterbatasan, saya bertekad dan bercita-cita untuk terus belajar, dan dengan rasa syukur, akhirnya saya berhasil menyelesaikan pendidikan strata 1. Saya bercita-cita untuk bisa mendirikan sekolah di kampung, agar anak-anak di kampung saya tak perlu mengalami hal berat yang seperti saya alami"


2. Tawarkan Value
Tawarkanlah nilai dirimu atau value yang kamu miliki, apa yang membedakan kamu dengan para calon penerima beasiswa yang lain. Ceritakan apa kelebihanmu, sehingga kamu layak untuk mendapatkan beasiswa tersebut, misalnya aktif berkegiatan sosial, ikut mengajar anak-anak di pelosok desa atau kegiatan sosial lainnya. Oleh karena itu, sejak dari jauh-jauh hari, penting kiranya untuk kamu yang ingin lanjut pendidikan dengan beasiswa, agar memperbanyak pengalaman untuk berorganisasi, gabung dengan berbagai komunitas sosial dan lain sebagainya.


Perluas wawasan dan jejaring sosialmu, perbanyak ilmu dan pengalaman yang sifatnya melibatkan banyak orang, itu akan melatih kemampuan dalam berkomunikasi dan membentuk karakter diri. Pun, jika kamu merasa sudah cukup banyak pengalaman, kamu pun bisa membuat gerakan sosial sendiri, misalnya membuat taman baca di kampung, atau gerakan 1000 buku untuk anak pelosok desa misalnya.


3. Tujuan bersama, bukan egoistis
Salah satu hal yang paling diperhatikan oleh pihak sponsor beasiswa, mereka juga akan menilai motivation letter kamu dari tujuan kamu. Apa yang kamu kejar dari beasiswa tersebut? , jika kamu sudah mendapatkannya dan selesai dalam masa pendidikan, apa yang akan kamu lakukan, kebermanfaatan apa yang akan kamu berikan.


Misalnya, seperti yang dijelaskan di atas "saya bercita-cita untuk bisa mendirikan sekolah di kampung, agar anak-anak di kampung saya tak perlu mengalami hal berat yang seperti saya alami" atau bisa juga disesuaikan dengan konteksnya, misalnya, jika kamu mengambil studi  humaniora bidang resolusi konflik dan perdamaian, kamu menjelaskan bahwa kamu akan bekerja di pemerintahan, khususnya di bidang penanganan resolusi konflik dan perdamaian. Pun, jika belum berkesempatan bergabung di pemerintahan, kamu akan membuat lembaga think tank atau NGo dibidang studi penyelesaian konflik dan perdamaian, memberikan masukan, kritik dan saran terhadap setiap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan penanganan konflik dan perdamaian.


Itulah tips singkat menulis motivation letter untuk beasiswa, agar bisa menarik sponsor atau lembaga penyedia beasiswa. Namun, itu bukan patokan umum ya, kamu bisa sesuaikan dengan konteks dan melihat juga latar belakang atau setidaknya informasi terkait lembaga penyedia beasiswa itu seperti apa, biasanya, tiap lembaga punya permintaan khusus sesuai latar belakang si lembaga penyedia beasiswa tersebut.