YOUTHINDONESIAN—Kementerian Koperasi memproyeksikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) berpotensi menghemat pengeluaran rumah tangga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan. Angka ini disampaikan Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi dalam acara di Bogor, Sabtu (17/10/2026), dan perlu dipahami sebagai proyeksi ekonomi jika sistem berjalan lancar, bukan penghematan instan yang terjadi otomatis hari ini.

Logika ekonomi di baliknya sederhana: memotong rantai distribusi. Skema Kopdes dirancang mengambil barang langsung dari sumber resmi seperti Bulog untuk beras SPHP atau Pertamina untuk LPG 3 kg, sehingga harga jual ke warga bisa sesuai aturan. Komoditasnya meliputi LPG 3 kg, beras SPHP, Minyakita, dan pupuk bersubsidi, yang di beberapa koperasi yang sudah beroperasi sudah menunjukkan selisih harga dibanding pasar umum.

Dengan desain ini, proyeksi tersebut menunjukkan kebijakan ini berbasis perhitungan ekonomi yang matang, yaitu menata ulang jalur distribusi barang bersubsidi agar lebih pendek dan terpantau. Realisasinya akan tergantung pada konsistensi pasokan, tata kelola koperasi di desa, dan pengawasan harga, serta peran Kopdes sebagai offtaker hasil pertanian dan perikanan warga dan penyalur program pemerintah.