YOUTHINDONESIAN—Studi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang kualitas kepemimpinan demokratik-transformatif yang menyebut Presiden Prabowo Subianto mendapat skor 5,1 adalah studi Opinion Leaders Survey, bukan survei opini publik nasional. Studi yang dipaparkan 15 Oktober 2026 di UIN Jakarta itu melibatkan 200 orang pemimpin opini - terdiri dari 166 akademisi/ilmuwan dan 34 jurnalis - yang dipilih dengan teknik snowball sampling. SMRC sendiri menegaskan hasilnya bersifat deskriptif dan tidak merepresentasikan populasi pemilih secara keseluruhan.
Ada perbedaan besar fungsi keduanya. Survei opini publik melibatkan ratusan hingga ribuan warga acak untuk menggambarkan apa yang dirasakan masyarakat luas tentang kepuasan atau elektabilitas. Sementara studi opinion leaders menjawab bagaimana penilaian kelompok yang dinilai lebih tahu tentang tokoh-tokoh nasional untuk menjadi bahan pertimbangan, bukan cerminan suara rakyat.
Skor 5,1 tersebut merupakan rata-rata penilaian personal dari 9 dimensi seperti kapabilitas, integritas, dan komitmen pada demokrasi, bukan evaluasi terhadap keberhasilan program pemerintah di bidang pendidikan, pangan, dan ekonomi. Sehingga skor dari 200 responden ahli ini tidak bisa dianggap sebagai vonis bahwa seluruh program pemerintah dianggap gagal.

0Komentar