YOUTHINDONESIAN - Kuadranesia Institute menyelenggarakan kegiatan bertema “Viral dengan AI: Trik Bikin Judul dan Narasi Konten yang Memikat” untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) guna mengembangkan konten digital yang menarik, informatif, dan relevan dengan kebutuhan audiens.

Kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Niki Novitasari, dibuka dengan sambutan Direktur Eksekutif Kuadranesia Institute, Emar Muamar, serta menghadirkan Rangga Dana Langit sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Emar Muamar menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas dalam mengelola media digital di tengah persaingan konten yang semakin ketat. 

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Pemanfaatan teknologi AI harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas kita dalam memproduksi konten. Namun, kita juga harus memastikan bahwa informasi yang disampaikan tetap akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Emar.

Dalam pemaparan materinya, Rangga Dana Langit menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai tahapan produksi konten, mulai dari mencari referensi, merancang judul yang menarik perhatian, menyusun caption, hingga mengembangkan narasi yang sesuai dengan karakter audiens.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan sebuah konten tidak hanya ditentukan oleh seberapa sering akun mengunggah materi atau seberapa banyak interaksi yang dilakukan dengan akun lain. 

Kualitas isi, kekuatan judul, ketepatan narasi, serta pemilihan template dan visual yang sesuai turut memengaruhi daya tarik konten.

Menurutnya, pengelola akun perlu melakukan evaluasi secara berkala apabila jangkauan konten belum menunjukkan hasil yang diharapkan. 

Evaluasi tersebut dapat mencakup kualitas materi, strategi penyajian, dan kesesuaian konten dengan kebutuhan audiens.

“Jangan hanya berfokus pada bagaimana konten bisa mendapatkan banyak viewers. Kita juga harus memperhatikan kualitas kontennya, mulai dari judul, narasi, template, hingga relevansi informasi yang disampaikan,” jelas Rangga.

AI Bantu Kreativitas, Akurasi Informasi Tetap Diutamakan

Selain membahas strategi meningkatkan jumlah penonton, kegiatan ini juga mengulas pemanfaatan isu aktual sebagai sumber inspirasi konten. 

Peserta didorong untuk mampu mengidentifikasi isu yang relevan, mengolahnya menjadi narasi yang menarik, serta menyajikannya dengan cara yang mudah dipahami.

Meski demikian, Rangga mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak boleh menggantikan proses verifikasi informasi. Setiap referensi yang diperoleh, termasuk dari media sosial, perlu diperiksa kembali melalui sumber yang kredibel sebelum dipublikasikan.

“AI bisa membantu kita menyusun narasi dan mencari referensi, tetapi hasilnya tetap harus diperiksa. Pastikan sumbernya jelas dan informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta agar tidak menyesatkan audiens,” ungkapnya.

Pembahasan juga mencakup aspek teknis produksi konten, seperti menjaga resolusi foto agar tidak pecah atau buram ketika dimasukkan ke dalam template, memilih visual yang sesuai dengan topik, serta menentukan jenis huruf yang nyaman dibaca.

Rangga yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut merekomendasikan font DM Sans dan Canva Sans sebagai pilihan untuk menghasilkan tampilan konten yang rapi dan mudah dipahami.

Peserta Diskusikan Strategi Meningkatkan Viewers

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta aktif menyampaikan pengalaman serta kendala dalam mengembangkan konten digital. 

Salah satu peserta yang akrab disapa Slamet menanyakan faktor lain yang dapat meningkatkan jumlah viewers di luar penggunaan template dan aktivitas interaksi dengan akun lain.

Sementara itu, Andi mengajukan pertanyaan mengenai cara mempertahankan kualitas foto asli ketika digunakan dalam desain konten digital.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rangga menjelaskan pentingnya memperhatikan kualitas sumber gambar, resolusi, ukuran, dan proporsi visual. 

Tidak hanya itu, ia juga menekankan bahwa pemilihan desain harus mendukung kejelasan informasi, bukan sekadar memperindah tampilan.

Diskusi berlangsung dengan fokus pada penerapan praktis materi, sehingga peserta memperoleh gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan akun dan produksi konten.

Melalui kegiatan ini, Kuadranesia Institute berharap peserta semakin terampil memanfaatkan AI secara efektif dan bertanggung jawab. 

Penggunaan teknologi diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah penonton, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang berkualitas, edukatif, dan memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa konten yang menarik perlu didukung kreativitas, strategi yang tepat, serta informasi yang akurat dan dapat dipercaya. ***