Enam Prinsip Cara Komunikasi Muslim -->

Enam Prinsip Cara Komunikasi Muslim

suhenda
Minggu, 27 Oktober 2019

(Oleh Suhenda)

Dalam kehiduan sosial tentunya manusia saling berinteraksi dengan individu lain. Interaksi ini berupa saling berkomunikasi, saling menyampaikan maupun menerima pesan dari individu ke individu atau dari individu ke kelompok. Komunikasi merupakan suatu aktivitas manusia yang saling berinteraksi antara satu orang maupun lebih. Konsep komunikasi tidak hanya berkaitan dengan masalah cara berbicara melainkan juga etika dalam berbicara. Dalam berkomunikasi harus memiliki etika supaya orang lain dapat memahami pesan yang kita sampaikan.

Dalam Islam, komunikasi merupakan bagian dalam kehidupan karena segala sesuatu yang dilakukan disertai dengan komunikasi. Komunikasi yang baik, berakhlakul karimah dan beretika itu bersumber dari Al-Quran dan hadits. Berkaitan dengan etika dalam berkomuniaksi, seorang muslim harus berpedoman pada Al-Quran dan hadits. Pesan-pesan keislaman yang disampaikan tersebut disebut sebagai dakwah.

Seorang muslim harus berbicara dengan baik dan benar agar pesan yang disampaikan pun bisa diterima dan difahami oleh orang lain. Dalam komunikasi Islam ada enam prinsip cara berbicara atau pembicaraan (qaulan) yang harus diketahui oleh seorang muslim. Pertama, Qaulan Sadidan (perkataan benar, lurus, jujur). Kedua, Qaulan Balighan (perkataan yang membekas pada jiwa, tepat sasaran, komunikatif, mudah mengerti). Ketiga, Qaulan Masyura (perkataan yang ringan). Maksudnya yaitu ketika berkomunikasi, menggunakan bahasa yang mudah, ringkas dan tepat sehingga mudah dicerna dan dimengerti.

Keempat, Qaulan Layyina (perkataan yang lemah lembut). Islam mengajarkan kepada kita agar menggunakan kata yang lemah lembut kepada siapapun ketika kita berkomunikasi. Kelima, Qaulan Karima (perkataan yang mulia). Dibarengi dengan rasa hormat dan santun, enak didengar, lemah lembut dan bertatakrama serta menghindari perkataan yang kasar maupun perkataan tidak baik lainnya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Keenam, Qaulan Ma’rufa (perkataan yang baik). Sebagai muslim yang bertakwa pada Allah SWT, perkataan kita harus terjaga dari perkataan yang sia-sia. Apapun yang kita katakan harus selalu mengandung nasehat dan menyejukkan hati.

Mulai dari sekarang mari kita selaku muslim yang beriman untuk selalu memberikan perkataan atau komentar yang baik. Kita harus selalu berhati-hati, memikirkan dan merenungkan apa yang akan diucapkan. Sering ucapan yang keluar dari mulut kita mengakibatkan bencana dan malapetaka besar bagi kita sendri dan bahkan bagi orang lain. Tidak hanya berhati-hati dalam lisan, dizaman sekarang ini kita pun harus berhati-hati dalam memberikan komentar berupa tulisan dimedia sosial. Jangan sampai komentar kita di dunia maya membuat kita celaka di dunia nyata. Maka berhati-hati dan selektiflah dalam mengeluarkan kata-kata.