Inilah salah satu tolak ukur kemajuan sebuah kampus!


Berbicara tentang kampus atau perguruan tinggi tidak luput dari sebutan pelajar yang ada di dalamnya yaitu, mahasiswa. Mahasiswa bukan lagi seorang siswa yang menimba ilmu di (SD, SMP, SMA) akan tetapi penambahan kata ‘maha’ sebelum kata ‘siswa’ itu memberikan sebuah identitas yang berbeda dengan siswa. Karena, mahasiswa punya nilai lebih dari seorang siswa ia disebut sebagai agent of change yaitu, agen perubahan bagi negeri untuk mencapai suatu perubahan yang lebih baik, dan menjadi suara rakyat ketika elite pemerintah melakukan suatu kebathilan, tidak hanya itu saja mahasiswa pun mempunyai hak untuk menjadi peran penting kemajuan suatu kampus.

Menilik pengertian mahasiswa, dapat diketahui bahwa mahasiswa berperan penting bagi kemajuan suatu perguruan tinggi. Hak ini disebabkan melalui mahasiswa lah lahir ide-ide dari generasi bangsa yang mampu menunjang kemajuan suara pemuda. Dalam hal ini, mahasiswa sebagai wakil hidup yang terbentuk dari sebuah perguruan tinggi. Mengapa demikian? Lewat mahasiswalah dapat tercipta suara-suara aspirasi yang ikut serta membangun negeri. Salah satu bentuknya ialah dengan bertemu & berdiskusi secara baik. Berdiskusi ini dapat difasilitasii oleh sebuah organisasi mahasiswa.

Ormawa (Organisasi Kemahasiswaan) di kampus itu ada eksekutif seperti BEM/DEMA di tingkat universitas dan fakultas, legsilatif seperti SEMA(Senat Mahasiswa) di tingkat universitas dan fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan(HMJ) atau Himpunan Mahasiswa Program Studi(HMPS), dan ormawa yang mempunyai tujuan mengembangkan minat dan bakat mahasiswa adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).

Peran penting organisasi kemahasiswaan
Peran ormawa di kampus itu bertujuan untuk mengembangkan diri mahasiswa baik secara intelektual dan bakat serta mengatur berjalannya sistem pemerintahan mahasiswa di kampus yang dilakukan oleh eksekutif dan legislatif di kampus. Salah satu fungsi dari organisasi kemahasiswaan adalah sebagai sarana penunjang pendidikan dan sarana untuk mengembangkan kemampuan diri (soft skills).

Kemampuan diri (soft skills) penting untuk setiap mahasiswa untuk dapat berbaur dan terjun langsung dalam kehidupan masyarakat. Dalam perspektif pendidikan kewarganegaraan, kemampuan diri (soft skills) dikenal dengan istilah kemampuan kewarganegaraan (civic skills). Keterampilan kewarganegaraan dikembangkan agar pengetahuan yang diperoleh menjadi sesuatu yang bermakna, karena dapat dimanfaatkan dalam menghadapi masalahmasalah kehidupan berbangsa dan bernegara. Civic skills mencakup intelectual skills (keterampilan intelektual) dan participation skills (keterampilan partisipasi).

Ormawa juga bisa menjadi tolak ukur kemajuan suatu kampus, karena dengan terlatihnya seorang mahasiswa di organisasi kemahasiswaan bisa membuat nama kampus jadi terangkat seperti contohnya, dalam UKM (Unit Kegiatan Kampus) mengikuti suatu pelombaan  ia meraih juara hingga di kancah nasional bahkan internasional maka kampus pun ikut terangkat karena ada salah satu mahasiswanya yang meraih kejuaraan. 

Menumbuhkan semangat berprestasi dengan berorganisasi. Prestasi seseorang itu lahir dari faktor internal dan eksternal, internal berasal dari dirinya sendiri dengan adanya kemauan untuk meraih prestasi, sedangkan eksternal berasal dari lingkungan ia hidup baik didukung oleh keluarganya, teman, dan lain sebagainya.

Organisasi merupakan salah satu faktor pendukung seseorang untuk meraih prestasi, bahkan realitanya pun kebanyakan orang yang berprestasi itu lahir dari sebuah organisasi. Karena dalam organisasi kita diajarkan melatih skill kita dalam berbagai hal, contohnya seperti melatih kita dalam public speaking, menulis dan sebagainya.

Fakta membuktikan, mahasiswa yang banyak mendapatkan prestasi, seperti lomba karya tulis, penelitian, debat, prestasi di bidang kesenian, olahraga, dan bahkan terpilih menjadi delegasi di acara internasional adalah mereka yang aktif di organisasi mahasiswa. Dari sini kita tahu bahwasannya organisasi kemahasiswaan menjadi wadah yang sangat efektif untuk diri seorang mahasiswa, karena di dalam organisasi ini bisa menumbuhkan semangat dan termotivasi untuk berprestasi.

Organisasi mahasiswa berperan besar dalam membangun budaya dan amosfer prestatif di dalam kampus melalui kebijakan dan program kerja yang dilakukannya. Kebijakan dan program kerja kreatif yang dibuat oleh organisasi mahasiswa semuanya berorientasi prestatif.

Selain itu, organisasi mahasiswa mempunyai peran dalam proses pendidikan dan kaderisasi mahasiswa, sehingga secara langsung sebenarnya organisasi mahasiswa mempunyai tanggung jawab dalam mendidik mahasiswa yang ada dikampusnya. Jika mahasiswa sudah berkembang secara kualitasnya maka secara tidak langsung menjadikan tolak ukur kemajuan kampus baik secara prestasi yang diperoleh seorang mahasiswa melalui kejuaraan-kejuaraan yang diikutinya atau mahasiswa tersebut memberikan pengaruh positif terhadap masyarakat luar dan memberdayakan masyarakat maka secara tidak langsung nama baik kampus pun akan terangkat.

Hidup Mahasiswa !

Oleh : Febby Prayoga, Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama