Ramadhan, Pemuda dan Semangat Fastabiqul Khairat


YOUTHINDDONESIAN - Bulan Ramadhan adalah bulan yang selalu dinanti-nanti kehadirannya oleh umat muslim, karena bulan ini dianggap sebagai bulan sucinya umat muslim, bulan penuh keberkahan, dan bulan penuh rezeki.

Namun jika kita perhatikan dengan kondisi di Indonesia masih dalam keadaan pandemi Covid-19, akan tetapi masyarakat tetap berharap agar pandemi ini segera berhenti. 

Saat memasuki awal Ramadhan beberapa waktu lalu, ada satu fenomena menarik yang selalu menjadi habbit atau kebiasaan masyarakat yang terjadi di kalangan kita, yaitu dahsyatnya ibadah dan amal kebaikan yang selalu dilakukan pada fase awal Ramadhan. Bahkan, semangatnya memuncak, full power, dan menjalankan program sesuai perencanaan dan target.

Kita bisa lihat fenomena ini dengan seksama seperti kuantitas jumlah jamaah sholat tarawih di masjid-masjid, sejak awal datangnya bulan Ramadhan masjid-masjid dipenuhi oleh jamaah baik laki-laki, perempuan, Anak-anak, hingga dewasa. Hal ini mengalami penurunan hingga sampai ke akhir Ramadhan atau menjelang hari idul fitri. 

Jika kita menelisik pada Al-Qur'an dalam QS. Al-Baqarah : 148 yang artinya "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. " Point penting pada ayat ini adalah 'berlomba-lomba dalam kebaikan' jika kita kembali kepada bulan Ramadhan, semua umat muslim punya target dan rencana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan seperti sholat berjamaah tarawih, khataman Al-Qur'an dan sebagainya. 

Namun ada beberapa kegiatan yang menunjang untuk Fastabiqul Khairot versi Pemuda yang bukan hanya membaca Al-Qur'an, berjama'ah di masjid. Akan tetapi bisa kita lakukan dengan cara membuat kegiatan-kegiatan sosial seperti 'santunan anak yatim-piatu' berbagi makanan atau takjil untuk orang berpuasa dan lain sebagainya. Itu bisa menjadi salah satu kegiatan yang menunjang untuk mencapai Fastabiqul khoirot dan juga bermanfaat bagi orang lain. 

Pemuda itu semangatnya masih berkobar-kobar, dimana pun dan kapanpun ia akan selalu bisa menjadi garda terdepan bagi masyarakat. Bahkan presiden Soekarno pun pernah berkata yaitu, "Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia" Yakinkan jika pemuda yang seperti itu adalah kita.

Namun jika masih banyak kita temui pemuda-pemuda yang jauh dari hal-hal kebaikan. Maka tanamkan dari diri kita agar kita menjadi pemuda yang jauh dari kata minimalis dan loyo. Semangatnya terus berkobar tinggi dalam hal-hal kebaikan

Kalau puluhan Ramadhan yang telah kita lalui, spirit dan menjaga setiap amal kebaikan itu hanya pada awal Ramadhan saja. Semoga tahun ini, kita tetap bisa istiqamah sampai akhir dan di luar Ramadhan, begitu juga dengan shaf-shaf shalat di masjid yang padat merayap di awal awal ramadhan, kegiatan-kegiatan yang menunjang kebaikan untuk orang lain pun semoga tetap seperti itu sampai akhir Ramadhan.

Oleh : Febby Prayoga (Sekretaris Jendral PK KAMMI UIN SMH BANTEN)***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama