YOUTHINDONESIA| Gladys Manuella Aibekob sempat yakin cita-citanya menjadi Paskibraka Tingkat Pusat 2026 kandas. Namanya tak kunjung dipanggil saat peserta dari Papua melanjutkan seleksi, hingga siswi SMA Negeri 1 Nabire itu sudah menyiapkan kata-kata untuk orang tuanya. Namun, ketika hampir menyerah, seorang purna Paskibraka memanggilnya. Ternyata, Gladys merupakan peserta terakhir yang diwawancarai. Dari momen tak terduga itu, harapannya kembali terbuka hingga akhirnya lolos mewakili Papua Tengah.


Gladys menjadi satu dari 76 putra-putri yang mewakili 38 provinsi dalam rangkaian tugas Paskibraka Tingkat Pusat pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta. Perjalanan tersebut ditempuh melalui seleksi berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional. Bagi Gladys, keberhasilan ini menjadi kebanggaan karena ia merupakan anggota pertama keluarganya yang mencapai tingkat pusat. Untuk pertama kalinya pula, ia datang ke Jakarta dan berlatih bersama peserta dari berbagai daerah.


Pengalaman tersebut membuat Gladys memahami bahwa Paskibraka bukan sekadar tugas upacara, tetapi juga tentang disiplin, kepemimpinan, kebersamaan dan nasionalisme. Setelah kembali ke Papua, ia ingin menerapkan nilai-nilai itu kepada generasi muda di daerahnya. Kisah Gladys menjadi bukti bahwa ketika perjuangan terasa hampir berakhir, kesempatan masih bisa datang dari arah yang tak disangka selama doa dan usaha tetap berjalan bersama.