PB PMII Respon Gelombang Demonstrasi, Tetap jaga soliditas dan tolak tindak kekerasan

YOUTHINDONESIAN.COM | JAKARTA – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai meningkatnya gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah merupakan sinyal adanya penurunan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sejumlah institusi negara. Kondisi tersebut perlu disikapi secara serius melalui pendekatan dialogis dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

Ketua Umum PB PMII, Muhammad Shofiyulloh Cokro, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan kritik merupakan hak konstitusional yang harus dihormati dalam sistem demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi masyarakat tetap dilakukan secara damai dan tidak mengarah pada tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas publik.

Menurutnya, situasi nasional yang menghadapi berbagai tantangan tidak boleh menjadi alasan untuk memicu perpecahan sosial. Kritik yang disampaikan masyarakat seharusnya diarahkan sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan negara kepada publik.

PB PMII juga menilai pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu membuka ruang komunikasi yang lebih luas guna menampung berbagai aspirasi masyarakat. Langkah tersebut penting untuk mencegah semakin dalamnya krisis kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga negara.

Selain itu, generasi muda dan kelompok mahasiswa didorong untuk tetap aktif mengawal kebijakan publik secara kritis, namun dengan mengedepankan argumentasi, etika, serta tanggung jawab kebangsaan. Sebagai agen perubahan, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial dan komitmen terhadap keutuhan bangsa.

PB PMII menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengedepankan kedewasaan politik serta memperluas ruang dialog guna menjaga persatuan nasional di tengah dinamika politik dan sosial yang berkembang.