YOUTHINDONESIAN.COM | Pada perdagangan Jumat (19 Juni 2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah di akhir sesi perdagangan. Mata uang Garuda ditutup turun 10 poin atau sekitar 0,06% ke level Rp17.804 per USD. Sementara itu, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia bertahan di Rp17.826 per dolar AS.
Menurut analis pasar uang, sentimen utama datang dari pasar global yang membaik setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan sementara. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri ketegangan dan membuka kembali navigasi komersial di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting pengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Kesepakatan tersebut memicu optimisme bahwa jutaan barel minyak mentah yang sempat terhambat bisa segera kembali mengalir ke pasar internasional. Amerika Serikat pun telah mencabut blokade terhadap Iran, sehingga beberapa kapal tanker mulai melintas kembali.
Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya reda. Pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara, sehingga menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan kesepakatan damai. Akibatnya, rupiah masih kesulitan menguat meskipun ada prospek positif dari meredanya krisis energi global.
Secara keseluruhan, rupiah masih terlihat terseok-seok di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang belum stabil.
Menurut analis pasar uang, sentimen utama datang dari pasar global yang membaik setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan sementara. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri ketegangan dan membuka kembali navigasi komersial di Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting pengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Kesepakatan tersebut memicu optimisme bahwa jutaan barel minyak mentah yang sempat terhambat bisa segera kembali mengalir ke pasar internasional. Amerika Serikat pun telah mencabut blokade terhadap Iran, sehingga beberapa kapal tanker mulai melintas kembali.
Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya reda. Pasukan Israel kembali melancarkan serangan udara, sehingga menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan kesepakatan damai. Akibatnya, rupiah masih kesulitan menguat meskipun ada prospek positif dari meredanya krisis energi global.
Secara keseluruhan, rupiah masih terlihat terseok-seok di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang belum stabil.

0Komentar