YOUTHINDONESIAN—Sebanyak 352 siswa di Kabupaten Lombok Tengah dilaporkan mengalami gejala keracunan. Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena diduga terkait dengan konsumsi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Merespons kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang menyuplai makanan di wilayah terdampak telah ditutup sementara. Langkah penutupan dilakukan untuk mencegah potensi risiko lanjutan kepada penerima manfaat lain.

Wakil Ketua DPR RI juga mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di daerah. Evaluasi mencakup aspek standar keamanan pangan, pengawasan dapur, hingga distribusi.

Pemerintah menekankan pentingnya bertindak berbasis data dan sains dalam menangani kasus ini. Untuk memastikan penyebab pasti, apakah benar berasal dari makanan MBG atau faktor lain, saat ini sampel makanan dan pasien tengah diuji di laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

"Hasil uji laboratorium BPOM akan menjadi rujukan utama untuk menentukan langkah selanjutnya. Sampai hasil resmi keluar, kita perlu menahan diri dari spekulasi," demikian disampaikan pihak terkait.

Pemerintah memastikan seluruh temuan di lapangan akan dijadikan bahan evaluasi agar program MBG dapat berjalan dengan aman, higienis, dan akuntabel.