YOUTHINDONESIAN— Presiden Prabowo Subianto memastikan kebijakan pendidikan gratis SD hingga PTN negeri akan disiapkan secara menyeluruh. Hal itu disampaikan dalam puncak HUT ke-28 PAN di JCC Senayan, Jumat (18/9/2026), dengan rencana segera menggelar rapat terbatas untuk mematangkan skema pembiayaan yang bersumber dari aset hasil korupsi yang disita negara.
Pemerintah menegaskan pendidikan gratis tidak bisa dilihat hanya dari sisi siswa yang tidak bayar. Kebijakan ini disiapkan dalam satu paket perbaikan utuh dengan tiga pilar: pertama, memastikan tidak ada anak putus sekolah karena biaya mahal PTN, kedua, memperbaiki kesejahteraan guru dan infrastruktur sekolah seperti atap runtuh dan toilet tidak layak, dan ketiga, tata kelola anggaran yang bersih.
Presiden menekankan, pendidikan gratis tidak akan berkualitas jika gurunya tidak sejahtera dan anggarannya bocor. Oleh karena itu seluruh program akan dikawal agar bebas dari korupsi dan pungutan, sehingga anggaran pendidikan sampai utuh ke sekolah dan ke siswa.
Langkah ini memperluas komitmen APBN 2027 yang sebelumnya hanya sekolah negeri gratis, kini hingga universitas negeri. Dengan pendekatan paket lengkap ini, pemerintah menunjukkan wibawa berpikir utuh, tidak hanya janji gratis, tetapi juga menjamin kualitas pengajar dan kebersihan anggaran.

0Komentar