YOUTHINDONESIAN.COM - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Serang menggelar webinar pada Jumat, 25 September 2026, mulai pukul 19.15 WIB. Kegiatan tersebut membahas tantangan masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Webinar menghadirkan Emar Muamar, alumni Lemhannas RI, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Emar menjelaskan bahwa informasi di era digital tidak sekadar berfungsi menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memiliki kekuatan untuk memengaruhi persepsi, emosi, sikap hingga keputusan seseorang.

Menurutnya, derasnya arus informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis. Informasi yang keliru, dipotong dari konteks, maupun sengaja dimanipulasi dapat memicu kepanikan, perselisihan dan memperkuat polarisasi di tengah masyarakat.

“Di era digital, informasi bukan hanya soal apa yang kita ketahui, tetapi juga bagaimana informasi tersebut memengaruhi cara kita melihat realitas. Karena itu, setiap informasi harus diperiksa sumber, konteks dan buktinya sebelum kita percaya maupun menyebarkannya,” ujar Emar Muamar.

Dalam webinar tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep cognitive warfare, yakni bentuk konflik yang memanfaatkan pikiran, persepsi dan emosi manusia untuk memengaruhi cara seseorang memahami suatu persoalan dan mengambil keputusan.

Emar menjelaskan, cognitive warfare dapat berlangsung melalui berbagai bentuk, antara lain disinformasi, propaganda, narasi provokatif hingga manipulasi opini. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memiliki ketahanan informasi agar tidak mudah terbawa oleh narasi yang belum terverifikasi.

“Cognitive warfare bekerja pada ruang yang sangat dekat dengan kehidupan kita, yaitu pikiran dan persepsi. Karena itu, kemampuan membedakan fakta, opini, propaganda dan informasi yang manipulatif menjadi bagian penting dari ketahanan masyarakat di era digital,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun literasi digital yang tidak hanya cakap, tetapi juga aman, etis dan berbudaya. Peserta diarahkan untuk membiasakan diri memeriksa sumber, memahami konteks, mencari bukti pendukung, membandingkan informasi dari berbagai sumber serta mengenali emosi yang muncul sebelum mengambil keputusan untuk membagikan sebuah informasi.

Sementara itu, Ketua Umum IPNU Kota Serang Rohendi menilai kegiatan tersebut penting bagi generasi muda karena mahasiswa dan pelajar merupakan kelompok yang sangat aktif berinteraksi dengan berbagai platform digital.

“Kami ingin teman-teman pelajar dan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyaring informasi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya dan akhirnya merugikan orang lain maupun masyarakat,” kata Rohendi.

Rohendi menambahkan, IPNU Kota Serang mendorong generasi muda untuk menggunakan ruang digital secara produktif dan bertanggung jawab. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat perlu berjalan beriringan dengan etika, tanggung jawab serta kepedulian terhadap persatuan.

“Ruang digital harus kita manfaatkan untuk menyebarkan pengetahuan, gagasan dan hal-hal positif. Kritik tetap penting, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab, tidak melalui hoaks, fitnah maupun provokasi yang dapat memecah persatuan,” tambah Rohendi.

Melalui webinar tersebut, peserta diharapkan tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi kurator sekaligus produsen informasi yang bertanggung jawab.

Kemampuan tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu menghadapi tantangan informasi digital secara kritis tanpa kehilangan etika, nilai kebangsaan dan semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. ***