YOUTH INDONESIAN | Padarincang, 27 September 2026 — Mahasiswa PLP Integratif Kelompok 15 turut berkontribusi dalam pengembangan kapasitas siswa melalui Seminar Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (KMO) bagi pengurus OSIS SMK Islam Cendikia Padarincang. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memperluas wawasan mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, serta komunikasi dalam menjalankan roda organisasi di lingkungan sekolah.
Seminar KMO dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kegiatan mahasiswa PLP Integratif Kelompok 15 dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siswa. Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa berupaya memberikan pemahaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan oleh para pengurus OSIS dalam menjalankan tugas dan program kerja organisasi.
Dalam kegiatan tersebut, tiga mahasiswa PLP Integratif Kelompok 15 hadir sebagai pemateri dengan membawakan materi yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu kepemimpinan, manajemen organisasi, dan komunikasi organisasi.
Pemateri pertama, Azzam Faras Maulana Ifansyah, menyampaikan materi mengenai kepemimpinan. Ia menjelaskan bahwa menjadi seorang pemimpin bukanlah tugas yang sederhana. Seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan dalam memahami persoalan, mengambil keputusan, serta mengarahkan anggota untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Azzam, terdapat sejumlah kemampuan yang perlu dikembangkan oleh seorang pemimpin, di antaranya critical thinking, problem solving, serta kemampuan berpikir dan bersikap secara netral. Kemampuan tersebut penting agar seorang pemimpin tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan dan mampu menghadapi berbagai persoalan organisasi secara bijaksana.
“Seorang pemimpin harus mampu melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan. Karena keputusan seorang pemimpin tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri, tetapi juga kepada anggota dan organisasi,” jelas Azzam dalam penyampaian materinya.
Selanjutnya, Nabilah Dafa membawakan materi mengenai manajemen organisasi. Ia menjelaskan bahwa organisasi membutuhkan pengelolaan yang terarah agar setiap kegiatan dan program kerja dapat berjalan secara efektif.
Manajemen organisasi tidak hanya berkaitan dengan penyusunan program kerja, tetapi juga mencakup pembagian tugas, koordinasi, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Dengan manajemen yang baik, setiap anggota dapat memahami posisi, peran, serta tanggung jawabnya masing-masing.
Sementara itu, Wilda Tatimatul Jahro membahas pentingnya komunikasi dalam kepemimpinan dan organisasi. Menurutnya, komunikasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam membangun koordinasi antarpengurus.
Komunikasi yang baik dapat membantu mempererat hubungan antaranggota, menghindari kesalahpahaman, serta mempermudah koordinasi dalam pelaksanaan berbagai kegiatan organisasi. Oleh karena itu, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu memberikan arahan, tetapi juga harus mampu mendengarkan dan memahami anggota.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ibu Hetiwati, S.E., GR., selaku Pembina OSIS SMK Islam Cendikia Padarincang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui seminar KMO merupakan bekal penting bagi para siswa dalam mengembangkan diri dan menjalankan organisasi.
“Seminar ini merupakan sebuah bekal yang harus dipupuk oleh peserta mulai dari hari ini. Kegiatan yang sangat membangun dan positif seperti seminar KMO ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin di SMK Islam Cendikia Padarincang,” ungkap Ibu Hetiwati.
Seminar KMO ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa PLP Integratif Kelompok 15 untuk memberikan kontribusi dalam pembentukan karakter dan kapasitas siswa selama melaksanakan kegiatan PLP di SMK Islam Cendikia Padarincang.
Melalui kegiatan tersebut, para pengurus OSIS diharapkan tidak hanya memahami konsep kepemimpinan dan manajemen organisasi secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan organisasi di sekolah.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para pengurus OSIS untuk membangun organisasi yang lebih komunikatif, bertanggung jawab, dan terarah. Selain itu, pengalaman berorganisasi sejak di bangku sekolah dapat menjadi ruang bagi siswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Kegiatan serupa juga relevan dengan fungsi organisasi siswa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab. Sejumlah kajian mengenai OSIS menunjukkan bahwa aktivitas organisasi siswa dapat menjadi sarana pembentukan karakter kepemimpinan melalui keterlibatan siswa dalam pengelolaan kegiatan dan tanggung jawab organisasi. (Garuda Kemdikstaintek)
PLP Integratif Kelompok 15 — Berbagi Wawasan, Menumbuhkan Kepemimpinan, Membangun Generasi Berorganisasi.

0Komentar