YOUTHINDONESIAN—Realisasi investasi Indonesia pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan. Capaian tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp507,6 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp502,9 triliun, atau telah memenuhi 49,5% dari target tahunan 2026.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa realisasi tersebut bukan hanya angka investasi, melainkan terkait langsung dengan penyerapan tenaga kerja. Proyek-proyek investasi pada periode tersebut menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia, atau sekitar 1,45 juta orang, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Alur investasi tersebut menjelaskan bagaimana modal yang masuk dikonversi menjadi kegiatan ekonomi produktif, seperti pembangunan pabrik, kawasan industri, dan proyek hilirisasi yang membuka lapangan kerja di berbagai daerah.

Selain investasi, aspek ketahanan pangan juga menjadi perhatian. Di tengah kenaikan harga pupuk dunia lebih dari 40% akibat gangguan pasokan global, pemerintah menetapkan kebijakan penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20% untuk jenis urea, NPK, dan ZA. Kebijakan ini disertai pemangkasan 145 regulasi distribusi, sehingga penyaluran dari PT Pupuk Indonesia kepada petani dilakukan dengan sistem berbasis KTP.