Lautan Kemungkinan



Life is a sea of ​​possibilities, hidup adalah lautan kemungkinan, segala kemungkinan di dalam hidup bisa saja terjadi, segala hal tak terduga bisa saja terjadi tanpa kita rencanakan sebelumnya, itulah misteri kehidupan, bukan untuk dipahami, bukan untuk dimengerti, tapi untuk disyukuri, diterima dan dijalani.


Hakikat dan sifat dari pada kehidupan adalah misteri, karena ia adalah misteri, maka kita harus siap dengan segala kejutan yang akan dihadirkannya ke dalam kehidupan kita. Apapun itu.


Di hidup ini, ada suka cita dan ada duka cita. Segala hal yang berkaitan dengan suka cita atau membahagiakan, mungkin akan mudah untuk kita terima dan syukuri. Karena, itu adalah hal yang menyenangkan.


Tapi, jika hal itu adalah duka, luka, derita, kecemasan, khawatir, rasa sakit atau sejenisnya, itu yang kita agak sulit untuk menerimanya, karena, siapapun tidak ada yang ingin merasakan sakit, menderita, ataupun terluka. Tak ada yang siap dengan luka, tak ada yang siap dengan derita.


Lalu, bagaimana cara kita ketika menghadapi duka atau mengalami sesuatu yg dirasa berat di dalam hidup, yaitu kita harus menerimanya, kita jangan lari dari luka dan duka, karena, sejauh apapun kita berlari, kemana pun kita pergi, ia akan tetap menempel di diri kita, karena hakikatnya derita itu adalah diri kita sendiri, begitu pun sebaliknya, bahagia adalah sesuatu yang ada di dalam diri kita sendiri.


Duka dan rasa sakit, tidak akan hilang sampai kita mau menerimanya, bersabarlah, sambil obati perlahan, duka dan derita adalah bagaimana kita bersikap dan meresponnya, dan sang waktu akan membantu menyembuhkannya.


Jangan menolak rasa sakit atau apapun itu, semakin menolak maka ia akan semakin menggerogoti jiwa kita. Terima dengan keikhlasan dan kerelaan, rasanya memang sakit, tapi perlahan akan reda jika kita mau menerimanya.


Yang paling jauh dari hidup kita adalah masa lalu, kita tak bisa mengubah apa yang telah berlalu, tapi kita bisa menata sesuatu yang baru di hari ini, di saat ini.


Katakanlah pada dirimu, ucapkan dengan sepenuh perasaan. 


"Wahai diriku maafkan aku, aku menyesal, aku mencintaimu, Terima kasih"


Sampaikan itu pada sang kehidupan. Jangan habiskan waktu untuk sesuatu yang takkan membuat diri kita bertumbuh, fokus kembali kepada apa yang kita tuju, dan mulai benahi semuanya. Menjadi dewasa itu memang sesuatu yang berat, tapi yakinlah, akan banyak hal baik selepas ujian hidup berhasil kita lewati.


Artikel ini sudah pernah diterbitkan di sanikradufatih

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama