YOUTHINDONESIAN.COM | Situasi di Timur Tengah makin nggak kondusif, guys. Garda Revolusi Iran baru aja ngumumin sesuatu yang bikin dunia langsung terdiam — mereka mengaku telah menembakkan rudal langsung ke kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sekaligus ke markas komandan angkatan udara Israel. Pernyataan ini mereka rilis sendiri lewat kantor berita Iran, Fars, dan dikutip oleh AFP pada Senin, 2 Maret 2026.

Rudal yang digunakan bukan sembarang senjata. Namanya Kheibar, dan sejak pertama kali diperkenalkan pada 2022, rudal ini udah bikin para pejabat keamanan di Eropa dan Israel angkat alis. Kheibar dirancang dengan bahan bakar padat yang membuatnya bisa diluncurkan jauh lebih cepat dibanding rudal konvensional. Ditambah lagi, sistem panduan di dalamnya terbilang canggih, mampu mengarahkan rudal menuju target dengan presisi tinggi. Jangkauannya pun nggak main-main — mencapai 1.450 kilometer, yang artinya cukup jauh untuk menjangkau wilayah Israel jika ditembakkan langsung dari Iran.

Tapi yang paling bikin khawatir sebenarnya bukan soal jarak. Keunggulan terbesar Kheibar ada pada hulu ledaknya yang mampu bermanuver di udara, sehingga bisa mengecoh dan melewati sejumlah sistem pertahanan udara tradisional. Ini yang bikin Kheibar beda kelas dibanding senjata-senjata Iran lainnya.

Soal dampak dari serangan ini sendiri, sampai berita diturunkan belum ada keterangan resmi lebih lanjut. Dunia masih menunggu dan memantau perkembangan situasi yang semakin memanas ini.