YOUTHINDONESIAN - Akademi Pemimpin Muda (APM) Chapter UNTIRTA sukses menggelae kegiatan Diklat Kepenulisan dan Literasi Digital dengan tema "Student Care: Mencetak Penulis Muda yang Kritis dan Berdaya dalam Melawan Hoaks di Era Digital" pada Jumat (21/08) di Kota Serang.
Diklat Kepenulisan dan Literasi Digital APM UNTIRTA berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan 2 pemateri, yakni Aktivis Media, Pandi Ahmad dan Trainer APM Untirta, Imam Faruq A.
Kegiatan Diklat Kepenulisan dan Literasi Digital APM UNTIRTA bertujuan untuk dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan menulis sekaligus meningkatkan kecakapan dalam menyaring dan mengolah informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diarahkan untuk mampu menghasilkan tulisan, tetapi juga memahami pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi yang beredar di media digital.
Kemampuan literasi digital dinilai menjadi sebuah bagian penting agar mahasiswa tidak mudah menerima informasi secara mentah, terutama informasi yang belum terverifikasi.
Dalam pemaparannya, soson Aktivis Media tersebut menekankan bahwa kemampuan menulis tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan merangkai kata.
Menulis juga merupakan sebuah bagian dari upaya menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
Pandi mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan informasi yang bernilai dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, di tengah perkembangan media digital, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Dalam konteks melawan hoaks, kemampuan menulis juga perlu diiringi dengan kebiasaan melakukan verifikasi terhadap informasi.
Mahasiswa diharapkan mampu membedakan fakta, opini, interpretasi, serta informasi yang belum terbukti kebenarannya sebelum menyebarkannya kepada publik.
"Menulis bukan hanya tentang bagaimana menyampaikan apa yang kita pikirkan, tetapi juga bagaimana memastikan gagasan yang kita sampaikan memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan," demikian parafrasa materi Pandi Ahmad dalam kegiatan APM UNTIRTA tersebut.
Sementara itu, Trainer APM UNTIRTA, Imam Faruq, menyoroti akam pentingnya membangun sikap kritis mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi digital.
Menurut Imam, derasnya arus informasi membuat masyarakat, khususnya generasi muda, dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memilih, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bijak.
Mahasiswa sebagai kelompok yang dekat dengan teknologi digital diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh judul provokatif, potongan informasi, maupun konten yang beredar tanpa konteks.
Sebaliknya, mahasiswa perlu membangun kebiasaan memeriksa sumber, memahami konteks, dan mempertimbangkan kebenaran informasi sebelum mengambil kesimpulan.
"Literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis ketika berhadapan dengan informasi," demikian parafrasa gagasan Imam Faruq A. dalam sesi pelatihan.
Melalui kegiatan tersebut, APM Chapter UNTIRTA berupaya mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif melalui tulisan dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab.
Diklat ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan kepenulisan sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pentingnya literasi digital. Peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas akademik, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi di kalangan mahasiswa agar ruang digital tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh gagasan, tulisan, dan konten yang edukatif serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan kemampuan menulis dan literasi digital yang baik, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran sebagai generasi muda yang kritis, berdaya, dan bijak dalam menghadapi informasi di era digital. ***
0Komentar