Ilustrasi: Sejumlah rudal produksi dalam negeri Iran dipamerkan dalam sebuah pameran permanen di kawasan rekreasi di bagian utara Teheran, Iran, 24 Maret 2026. (Photo/Vahid Salemi)

YOUTHINDONESIAN | Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap dua peluncur roket milik Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026). Serangan ini menjadi aksi militer AS pertama yang diketahui terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli lalu.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi operasi tersebut. Menurutnya, pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terpantau sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke Selat Hormuz. “Saya dapat mengonfirmasi bahwa hari ini pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak,” ujar pejabat tersebut.

Pulau Larak terletak di Provinsi Hormozgan Selatan, dekat jalur strategis Selat Hormuz. Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa serangan dilakukan menggunakan pesawat tanpa awak (drone). Penduduk setempat sempat mendengar ledakan dahsyat di sekitar pulau tersebut.

Pihak IRGC segera merespons dengan pernyataan keras. Mereka menuduh AS melakukan aksi agresif yang menewaskan dan melukai sejumlah tentara serta warga sipil. IRGC bersumpah akan memberikan balasan dan hukuman setimpal. “Musuh Amerika-Zionis sekali lagi melakukan tindakan agresi yang menargetkan Pulau Larak,” demikian bunyi pernyataan resmi mereka.

Ketegangan di Selat Hormuz memang sedang memuncak. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa seluruh ranjau di perairan internasional selat itu telah diledakkan atau disingkirkan. Ia memperingatkan bahwa setiap kapal yang tertangkap memasang ranjau baru akan langsung dihancurkan.

Konflik bersenjata yang dimulai sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 ini telah berlangsung lebih dari enam bulan. Perang menimbulkan dampak besar, termasuk korban jiwa di kedua belah pihak, pengungsian massal, serta gangguan serius terhadap lalu lintas minyak dunia melalui Selat Hormuz.

Beberapa laporan lanjutan menyebutkan bahwa Iran merespons dengan meluncurkan serangan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Yordania. Namun detail lengkap dampak serangan balasan tersebut masih terus berkembang.

Hingga saat ini, situasi di kawasan tetap tegang. Kedua belah pihak saling mengawasi setiap pergerakan, sementara dunia menunggu apakah insiden di Pulau Larak akan memicu eskalasi lebih lanjut.