
Sumber Foto: X/Lambe Saham
YOUTHINDONESIAN | Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Komite Sadar akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, menyatakan bahwa aksi tersebut akan membawa lima tuntutan utama. Tuntutan itu meliputi penanganan bencana ekologis, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), biaya pendidikan, reformasi hukum dan pemberantasan korupsi, serta perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
Menurut Namora, lima tuntutan tersebut tidak jauh berbeda dari yang disuarakan dalam aksi sebelumnya pada 20 Oktober 2026. Salah satu fokus utama adalah mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk berbagai bencana ekologis di Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta bencana di Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sumatera.
“Kami tidak mengerti alasan kenapa pemerintah tidak kunjung mau menetapkan sebagai status bencana nasional. Parameter hukum sudah jelas, benefit-nya sudah jelas, tapi mungkin pemerintah dengan egonya itu masih menolak untuk mengakui,” ujar Namora saat konsolidasi aksi di Pusgiwa UI, Depok, Senin (26/10/2026) malam.
Selain itu, BEM UI menyoroti kebijakan belanja pemerintah. Mereka mendesak agar APBN sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan rakyat dan menghentikan pemborosan anggaran pada program yang dinilai berorientasi politik, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Di sini kita memberikan contoh MBG dan juga KDMP yang sudah jelas bahwa itu memiliki sifat yang koruptif ketika direncanakan,” kata Namora.
Tuntutan lainnya mencakup penurunan biaya pendidikan dan pemerataan akses layanan dasar, penghentian penyalahgunaan hukum untuk mempertahankan kekuasaan, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
0Komentar