YOUTHINDONESIAN.COM | Rabu, 28 Oktober 2028. Bertempat di Sapong Space Kafe,  Kelurahan Sawah Gede Kecamatan Cianjur kab Cianjur.

Diskusi tersebut menghadirkan Narasumber dari Akademisi sekaligus Pengamat Geopolitik Indonesia INSS Sdr M.Rijal Wahid Muharam, M.Pd , dan Prakrisi sekaligus Analis Sosial, Budaya dan Adat Nusantara, Sdr.Tedi Subarkah,SH.

Kegiatan tersebut bertepatan dg Momentum Memperingati Hari Sumpah Pemuda, di hadiri oleh 50 orang Perwakilan Mahasiswa, diantaranya adalah Mahasiswa Al Azahari Cianjur, Universitas Suryakancana, Universitas Putra Indonesia (UNPI), Mahasiswa Al Azami, Mahasiswa Unpad, Mahasiswa UPI  Bandung, Unsur Pelaku Seni Tradisi, dan Perwakilan Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran, serta Sdr Azril P Budiawan  konten Kreatif Student Care UPI Bdg.

Kegiatan tersebut bertemakan "Secangkir Kopi Sejuta Narasi, Membaca Cognitif Warfare dan Peran Pemuda Saat ini" dan di inisiasi Oleh Student Care Jawa Barat yang bekerjasama dengan Padepokan Tjakra Poetra Padjadajaran serta Inteligence National Securities Studies (INSS).

Menurut Muh Rijal Wahid Muharram,"peran pelajar, pemuda, mahasiswa sangat fundamental, terutama dalqm mengisi kemerdekaan. Diera disruption informasi. Peran mahasiswa dan pemuda bisa menentukan arah ekonomi, politik dan eksistensi bangsa. Yaitu dengan menggunakan media sosial dengan bijaksana dan kreatifitas. 

Suasana diskusi menjadi lebih hangat dengan adanya pertanyaan dari perwakilan Mahasiswa, yaitu, Bagaimana cara membedakan berita hoax dengan fakta, dan bagaimana cara meyakinkan mahasiswa untuk Percaya kepada Pemerintah..

Tedi Subarkah mengatakan, "kepercayaan tidak tumbuh dengan instan,dan kita harus faham inti kebijakan publik, yang   didasari oleh ilmu dan analisis kemanfaatan dari suatu kebijakan. Kritis dan kritikan pun diperlukan,  namun yang terpenting kritik tersebut di dasari oleh nilai-nilai intelektual, kaidah ilmiah dan adab, bukan didasari oleh Disinformasi , Fitnah dan Kebencian (DFK). Sehingga kepercayaan itu akan tumbuh secara utuh. 

Sebagai ketua Pelaksana, Ade Nurdiansyah mengatakan, "bahwa hoax dan DFK telah membelah kognisi pemuda Indonesia hari ini, sehingga tidak sedikit peristiwa negatif terjadi di Indonesia, oleh karena itu kami sangat bangga dengan adanya kegiatan ini, sebab kami sudah berupaya menjaga dan melanjutkan cita-cita persatuan Indonesia yang di gagas para pendahulu bangsa dalam Sumpah Pemuda maupun kemerdekaan 1945".

Sebagai akhir kegiatan, semua bersepakat dan menyerukan kepada seluruh komponen Bangsa. untuk tetap menjaga marwah kedaulatan bangsa Indonesia, namun tetap Kritis, dan  melakukan aksi-aksi yang lebih mengedepankan empaty sosial,  menjaga kedamaian dan intelektual grounding (bumi dipijak langit dijunjung). Dakhiri dengan meneriakan yel-yel, Merawat Kebhinekaan, Merajut Persatuan, Jaga Indonesia.