YOUTHINDONESIAN—Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri ESDM, Kamis (1/10/2026).
Penunjukan ini jika dilihat dari sisi efisiensi kerja birokrasi, memiliki logika yang saling menguatkan. Hilirisasi dan transisi energi tidak dapat berjalan tanpa bahan baku yang bersumber dari sektor ESDM, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, hingga sumber energi untuk smelter dan industri baterai.
Selama ini proses hilirisasi membutuhkan dua langkah, yaitu kementerian teknis di bidang ESDM menyiapkan regulasi dan perizinan di hulu, lalu kementerian koordinator melakukan sinkronisasi aturan lintas sektor. Dengan penyatuan dalam satu atap koordinasi, alur persetujuan mulai dari izin, sinkronisasi regulasi, hingga percepatan eksekusi di lapangan dapat dipangkas lebih cepat.
Penyatuan komando ini pada akhirnya adalah bentuk efisiensi waktu dan tenaga yang berujung pada masuknya investasi. Bagi dunia usaha, kepastian proses yang lebih singkat menjadi faktor penting, mengingat sekitar 90 persen investasi hilirisasi berada di sektor ESDM.

0Komentar