Puisi - Rindu Pemuda Nusantara (oleh Alamsyah)


Hai para pemuda,
para pendiri bangsa,
saya rindu,semangat membara,
jiwa kalian jiwa yang merdeka,

bukan jiwa yang membelenggu,
tubuh ini terlalu kecil untuk menahan serangan-serangan rasa yang silih berganti menusuk ke dalam roh kehidupanku,
jangan kau biarkan semuanya itu,
tolong kau sembuhkan lukaku

luka ini luka Pertiwi,
dulu kau goncangkan dunia ini,
Kini, kita yang tergoncang ingatlah para pemuda pahit juga sebagian dari rasa dalam hati,
hitampun masih warna, masih bisa terbentuk pelangi,

buatlah kesatuan bukan kau buat perbedaan,
pertiwi ini memang banyak macam tapi harus jadi kesatuan,
Dalam bangsa yang besar tujuan kesejahteraan,

Jangan terintervensi,
Jangan terpropokasi
Oleh bangsa asing yang mengancam negeri
bersatulah untuk keutuhan NKRI

para pemuda serta pemudinya mampu menggoncang kan dunia kembali.
Permainan ini telah di siapkan lakon lakon sudah di penuhi
kini kau hadapi kehidupan yang amat banyak luka di banding bahagiaan yang sejati,
pemuda mari lah merangkul pemudi,

jangan hanya kau pertontonkan kebahagiaan itu kawan
Rasa kecintaan,
rasa kesayangan bukan lagi kata bukan lagi bicara tentang pembuktian,
tapi  kau bicarakan tentang kita yang mampu membangun negeri ini dengan hasrat membara, mengorbankan

jiwa dan raga
Sumpahku sumpah pemuda
Sumpah negeriku
sumpah ragaku
Matiku akan tumbuh seribu
Suaraku akan lebih keras dalam kubur di bandingkan di atas tanah yang antah berantah itu,

Kami pemuda bukan golongan tua,
yang tua yang membelenggu yang muda
yang akan membuka rasio jiwa muda,
Lebih baik hancur lebur di Medan tempur
di banding pulang membawa darah para pemuda.

Cibadak, 25 Oktober 2019

*(Penulis adalah pelajar SMAN 1 Cibadak Lebak, aktif sebagai anggota Paskibra dan sekarang menjabat Ketua OSIS) 

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama