SERANG -   Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (PW)  Ansor Banten menggelar do'a bersama dan istighosah dalam rangka menyabut malam Nisfu Syaban bersama para santri di Majelis KH Didi Humaedi Anyer, Kabupaten Serang,  Pada Senin, 2 Februari 2026.

Kegiatan berlangsung khidmat diikuti kader Ansor, Banser, serta santri dan masyarakat setempat sebagai bagian dari penguatan spiritual kader sekaligus mempererat silaturahmi dengan kalangan pesantren dan masyarakat, dimulai seusai shalat Magrib dengan pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali, dilanjutkan dzikir, istighosah, dan do'a bersama.

Lantunan ayat suci terdengar syahdu memenuhi ruangan. Suara para santri dan kader Ansor menyatu, menciptakan suasana religius yang tenang dan mendalam. Para peserta tampak larut dalam do'a, menengadahkan tangan dengan penuh harap. Ruangan majelis pun terasa semakin hangat meski dipenuhi puluhan jamaah yang duduk rapat tanpa sekat, mencerminkan kebersamaan dan kekeluargaan.

Rangkaian pembacaan Yasin dipimpin langsung oleh Rais Syariah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Anyer, KH Didi Humaedi. Dengan irama tartil dan penuh penghayatan, ia memandu jamaah dari awal hingga akhir, lalu dilanjutkan istighosah serta doa untuk keselamatan umat, bangsa, dan keberkahan menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Kehadiran kader Ansor dengan seragam hijau khas organisasi tampak menonjol di antara para santri. Namun tidak ada jarak di antara mereka. Semua duduk sejajar, berbaur, membaca doa bersama. Momen tersebut menjadi gambaran nyata kedekatan Ansor dengan lingkungan pesantren dan masyarakat akar rumput.

Sekretaris PW GP Ansor Banten, Gus Alvi Ruzabady, menegaskan bahwa, kegiatan ini bukan sekadar tradisi keagamaan tahunan, melainkan bagian dari pembinaan karakter kader.

“Bagi kami di PW GP Ansor Banten, Nisfu Syaban adalah momentum muhasabah. Kader Ansor harus kuat secara iman dan akhlak, bukan hanya aktif dalam kegiatan sosial. Kalau spiritualnya kuat, gerak pengabdiannya juga akan lebih tulus dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ansor Banten ingin terus menghadirkan -
kegiatan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat, sehingga organisasi tidak hanya dikenal lewat aksi lapangan, tetapi juga melalui pembinaan ruhani.

“Kami ingin Ansor selalu dekat dengan ulama, santri, dan masyarakat. Dari majelis-majelis seperti inilah kebersamaan dan kekuatan moral kader dibangun,” tegas Gus Alvi.

Sementara itu, KH.Didi Humaedi dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menjadikan malam Nisfu Syaban sebagai waktu memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri. Ia juga mengapresiasi keterlibatan pemuda Ansor yang aktif menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Hingga menjelang malam, majelis tetap dipenuhi jamaah yang khusyuk mengikuti rangkaian do'a. Peringatan Nisfu Syaban tersebut tidak hanya menjadi ibadah bersama, tetapi juga ruang silaturahmi, refleksi, dan penguatan ikatan antar kader serta santri.

Melalui kegiatan ini, PW GP Ansor Banten kembali menegaskan komitmennya untuk membangun generasi muda yang religius, solid, dan hadir di tengah masyarakat menggabungkan semangat keislaman, kebangsaan, dan pengabdian sosial secara seimbang.

Sementara itu di tempat terpisab TB. Adam Marifat berharap agar seluruh kader mendapatkan keberkahan dari berbagai kegiatan keagamaan. 

"Mudah mudahan seluruh sahabat, kader dan muhinbbin Ansor Banten mendapatkan keberkahan dalam menjalankan aktifitasnya amin." Ungkapnya.