Lampung Selatan– Suasana berbeda terlihat di Angkrum Lumajang, tepat di depan Kampus Universitas Indonesia Mandiri, Penengahan, Lampung Selatan pada Sabtu (31/01/2026). Jika biasanya angkringan hanya dipenuhi obrolan santai, kali ini meja-meja di sana dihiasi dengan tumpukan buku yang menarik perhatian.
Pemandangan unik ini merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Kitabersuara dan Fino Badut dalam kegiatan Membaca Buku Gratis (MBG). Sinergi dua komunitas ini bertujuan untuk menyisipkan budaya literasi ke dalam gaya hidup nongkrong anak muda dan mahasiswa setempat.
Berawal dari Keresahan: Melawan Lupa pada Buku Fisik
Founder dan Inisiator Komunitas Kitabersuara, Pandu Sang Bintang Pratama, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran buku, melainkan sebuah gerakan perlawanan terhadap fenomena gadget yang semakin mendominasi perhatian.
"Kegiatan ini lahir dari keresahan mendalam kami. Hari ini, buku fisik semakin jarang dibuka, apalagi diminati. Di tengah hiruk-pikuk digital, buku seolah menjadi benda asing yang terlupakan," ungkap Pandu.
Ia menambahkan bahwa memilih lokasi di angkringan depan kampus adalah strategi jemput bola yang krusial.
"Kami membawa buku-buku ini langsung ke tempat mereka berkumpul. Kami ingin membuktikan bahwa 'ngopi' dan 'membaca' bisa berjalan beriringan. Harapannya sederhana: memantik kembali rasa penasaran mereka untuk menyentuh, membuka, dan membaca buku yang selama ini mungkin hanya berdebu di rak," tambahnya.
Kolaborasi Edutainment Bersama Fino Badut
Kehadiran Aldi Reihan, Inisiator Fino Badut, memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini, ia hadir sebagai magnet visual yang mengajak pengunjung untuk tidak ragu mampir ke lapak baca. Pendekatan edutainment (edukasi dan hiburan) ini dinilai efektif mencairkan suasana agar kegiatan membaca tidak terkesan kaku atau membosankan.
Koleksi buku yang disediakan pun beragam, mulai dari referensi yang relevan bagi mahasiswa, novel populer, hingga buku pengembangan diri. Pengunjung angkringan terlihat antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk membaca sejenak di sela-sela waktu istirahat atau diskusi mereka.
Komitmen Berkelanjutan
Kolaborasi Kitabersuara dan Fino Badut di Penengahan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi gerakan serupa di tempat-tempat keramaian lainnya di Lampung Selatan. Kedua komunitas berkomitmen untuk terus menjaga nyala literasi agar tidak padam tergerus zaman.
Tentang Kitabersuara: Kitabersuara adalah komunitas literasi independen yang bergerak di Lampung Selatan. Berangkat dari kepedulian terhadap menurunnya minat pada buku fisik, komunitas ini aktif menggelar lapak baca jalanan dan kampanye literasi kreatif di ruang publik.
Tentang Fino Badut : Fino Badut adalah komunitas pegiat sosial yang menggunakan karakter badut untuk kegiatan kemanusiaan, hiburan edukatif, dan trauma healing, serta aktif mendukung gerakan literasi di masyarakat.
0Komentar