YOUTHINDONESIAN.COM | Pemerintah China secara terbuka memperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa ekspansi cepat jaringan satelit Starlink milik perusahaan SpaceX yang dikendalikan Elon Musk dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan dan keamanan di luar angkasa. Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan Beijing dalam sebuah acara tidak resmi di Dewan Keamanan PBB yang membahas aktivitas ruang angkasa global.

Menurut delegasi China, pertumbuhan besar-besaran konstelasi satelit komersial — terutama yang dioperasikan oleh satu negara atau perusahaan — telah melampaui kemampuan regulasi internasional saat ini. Isu utama yang diangkat mencakup kemacetan orbit rendah Bumi, potensi tabrakan antara satelit, dan risiko gangguan aktivitas penjelajahan ruang angkasa lainnya.

China juga merujuk pada beberapa insiden sebelumnya, termasuk dua peristiwa pada tahun 2021 ketika satelit Starlink dilaporkan hampir mendekati stasiun luar angkasa China (Tiangong), memaksa awak melakukan manuver untuk menghindari kemungkinan tabrakan. Dalam pandangan Beijing, kejadian-kejadian semacam ini menunjukkan perlunya aturan yang lebih ketat dalam pengoperasian konstelasi satelit komersial.

Lebih lanjut, China menyoroti bahwa sejak peluncuran luas konstelasi sejak 2018, orbit rendah Bumi kini dipenuhi oleh ribuan satelit aktif — dengan Starlink menyumbang sebagian besar dari jumlah itu. SpaceX sendiri berencana memperluas Starlink hingga lebih dari 42.000 satelit, meskipun izin saat ini hanya mengizinkan peluncuran sekitar 12.000 unit.

Dalam pernyataannya, perwakilan China menyerukan penegakan regulasi internasional yang lebih efektif terhadap aktivitas komersial di luar angkasa, termasuk untuk mencegah risiko tabrakan dan memastikan keselamatan semua negara yang terlibat dalam eksplorasi ruang angkasa.

Inti Peringatan China

  • China memperingatkan PBB bahwa Starlink berisiko bagi keselamatan di orbit rendah Bumi.

  • Pertumbuhan satelit komersial dianggap melampaui kemampuan regulasi saat ini.

  • Insiden hampir tabrakan dengan stasiun luar angkasa China menjadi contoh risiko nyata.