YOUTHINDONESIAN |Pemerintah China secara resmi menyampaikan keprihatinan atas tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyita kapal berbendera Iran, Touska, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Beijing mendesak agar dialog damai antara Washington dan Teheran segera dilanjutkan guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa tindakan pencegatan paksa oleh militer AS berpotensi memperburuk stabilitas kawasan. Dalam konferensi pers yang dikutip pada Senin (20/4/2026), ia menegaskan bahwa pemerintah China memandang langkah tersebut sebagai tindakan yang mengkhawatirkan.
| Foto: Reuters |
“China menyatakan keprihatinan atas pencegatan paksa kapal tersebut oleh pasukan AS,” ujar Guo.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China juga mengkritik kebijakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Beijing menilai langkah tersebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab yang dapat mengancam stabilitas global, khususnya di sektor energi.
Situasi ini memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. China saat ini diketahui menyerap sekitar 90 persen ekspor minyak Iran, menjadikannya mitra dagang utama Teheran. Sejumlah analis menilai bahwa langkah Washington tidak hanya ditujukan kepada Iran, tetapi juga sebagai tekanan strategis terhadap Beijing dalam dinamika geopolitik global.
Di sisi lain, upaya diplomasi regional turut terdampak. Pertemuan yang berlangsung di Islamabad dilaporkan tidak dihadiri oleh pihak Iran sebagai bentuk respons atas tindakan AS. Ketidakhadiran tersebut menyebabkan pembahasan terkait stabilitas kawasan tidak berjalan optimal.
Kondisi ini memperburuk ketegangan internasional, terutama di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan energi ke China akibat potensi blokade lanjutan. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun Iran terkait kemungkinan dimulainya kembali jalur diplomasi dalam waktu dekat.
0Komentar