| merdeka.com/Arie Basuki |
Alutsista yang diserahkan meliputi enam pesawat tempur multirole Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M MRTT, satu rudal Meteor, enam smart weapon Hammer, serta satu radar Ground Control Intercept (GCI) GM403. Platform-platform modern ini diharapkan meningkatkan kemampuan operasional dan daya tangkal TNI Angkatan Udara terhadap berbagai ancaman udara.
Prosesi penyerahan berlangsung khidmat. Presiden Prabowo membuka acara dengan melepas tirai logo Skadron Udara 12 pada badan pesawat Rafale, dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air sebagai simbol pengesahan. Presiden kemudian menyerahkan kunci pesawat secara simbolis kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang selanjutnya diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Dalam keterangannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya modernisasi pertahanan. “Baru saja kita menerima secara resmi dengan adat kita, penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima ada enam pesawat tempur Rafale, pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP dan A400, ada radar juga,” ujarnya.
Pesawat Rafale akan memperkuat kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat, didukung rudal Meteor berjangkauan jauh serta smart weapon Hammer untuk presisi tinggi. Falcon 8X mendukung mobilitas strategis dan pengawasan, sementara A400M MRTT berperan vital dalam angkut strategis dan pengisian bahan bakar di udara. Radar GM403 berfungsi sebagai sistem deteksi dini dan pengarah pesawat tempur.
Penguatan ini menandai komitmen pemerintah membangun kekuatan udara yang modern dan terintegrasi di tengah dinamika geopolitik kawasan. Sebelumnya, satu unit Airbus A400M telah diserahkan pada November 2025 dan telah mendukung operasi TNI AU.
0Komentar