YOUTHINDONESIAN|Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu (20/5) untuk menyampaikan langsung pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF). Kehadiran Prabowo dalam sidang paripurna tersebut menjadi sorotan karena disebut sebagai momen pertama dalam sejarah seorang presiden menyampaikan langsung dokumen kebijakan fiskal di hadapan parlemen.

Rapat paripurna yang akan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta itu direncanakan dimulai pukul 09.00 WIB. Dalam agenda tersebut, Prabowo dijadwalkan berpidato selama kurang lebih 45 menit untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional sekaligus strategi fiskal pemerintah ke depan.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menjelaskan bahwa presiden akan secara langsung memaparkan kerangka ekonomi makro dan pokok kebijakan fiskal yang telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, agenda tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan arah pembangunan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pidato Prabowo akan memuat sejumlah pesan strategis dan program prioritas pemerintah. Ia menyebut program-program unggulan Presiden akan menjadi bagian utama dalam pembahasan KEM PPKF sehingga perlu disampaikan langsung oleh kepala negara.

“Dalam KEM PPKF nanti ada pesan-pesan penting dan program unggulan Presiden, jadi memang harus beliau sendiri yang menyampaikan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta Pusat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai langkah Prabowo hadir langsung ke sidang paripurna menjadi sejarah baru dalam praktik ketatanegaraan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan sebelumnya, penyampaian KEM PPKF umumnya dilakukan oleh menteri terkait sebagai perwakilan presiden.

Meski demikian, Dasco menegaskan tidak ada aturan yang melarang presiden hadir langsung dalam sidang paripurna DPR. Menurutnya, kehadiran kepala negara justru menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam menyampaikan arah kebijakan ekonomi nasional.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan keputusan Prabowo hadir langsung ke DPR juga memiliki makna simbolis. Selain membahas kondisi ekonomi, momen tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei.

Prasetyo menyebut Presiden ingin memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional untuk mengajak seluruh elemen bangsa menyatukan pandangan dan kekuatan dalam menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.