YOUTHINDONESIAN—Lembaga YLBHI dalam siaran pers terbarunya menyoroti dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan / Karhutla yang kembali terjadi di sejumlah wilayah. YLBHI menyebut situasi ini sebagai “malapetaka asap” dan mempertanyakan langkah kepemimpinan dalam menangani bencana tahunan tersebut.

Menurut YLBHI, asap Karhutla berdampak luas mulai dari kesehatan masyarakat, gangguan aktivitas belajar, hingga aktivitas ekonomi warga di daerah terdampak. Lembaga ini mendorong agar negara memperkuat langkah pencegahan, mempercepat respons di lapangan, dan menegakkan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran lahan.

Sementara itu, dari sisi pemerintah, sejumlah langkah penanganan juga telah dilakukan. Di antaranya adalah peninjauan langsung ke lokasi kebakaran di dua pulau besar untuk memantau kondisi di lapangan. Pemerintah juga disebut merombak strategi pemadaman dengan penggunaan modifikasi cuaca guna memicu hujan, serta pengerahan alat berat untuk membuat sekat bakar dan mempercepat proses pemadaman.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya negara dalam merespons Karhutla secara terukur.