First Day in Islamic Bording School -->

First Day in Islamic Bording School

Kamis, 07 Maret 2019


  



 First days in Islamic Bording School
N.A.R 
            Haii guys.. ini adalah kisah ku, kisah dimana aku mulai memasuki tingkatan Sekolah Menengah Atas tepatnya pada tanggal 10 juli 2011, bedanya sekolah ku dengan sekolah-sekolah umum lainnya yaitu sekolah ku berasrama, yupp dapat dikatakan Islamic Bording High School . hehe  . . Nama ku Rufaidah aku santri baru yang begitu cupun dengan kacamata dan berjilbab inilah gaya ku. Hari pertama ku tinggal di tempat yang amat baru dengan sejarah dan kisah yang baru begitupun orang-orang yang juga baru, dengan percaya dirinya kuperkenalkan nam aku di setiap ku menatap wajah-wajah baru senyum cerian ku pancarkan agar tak ada rasa malu ketika ku memulai untuk berbicara dengan hal yang baru, masih dengan wajah yang ceria dan bersemangat ketika keluarga ku menemaniku untuk beberapa jam selagi mereka belum pulang dan meninggalkan ku sendiri di tampat yang baru untuk 3 tahun lamanya aku memulai pendidikan di pesantren moderen ini,kini yang ada di dalam benak pikiran ku hanya positif thingking dan insyallah siap untuk menjalanni aktifitas keseharian di pesantren moderen ini.

            Sore menjelang petang detik-detik keluargaku pergi meninggalkan aku di tempat yang baru bersama dengan teman yang baru sedikit terasa sedih namun ku tekadkan harus kuat dan tegar ku yakini semuanya akan baik-baik saja, ketika salam perpisahan itu terucap oleh ibuku “ belajar yang semanget yah, semoga allah selalu menguatkan anis ketika sedang menempuh pendidikan di pesantren Amin” terasa terharu dan mulai bersemangat ku berdoa dalam hati ku “semoga Allah senantiasa selalu memberikan ku kekuatan yang tegar amin” dan perpisahan itu pun terjadi kupandangi mobil keluargaku yang perlahan-lahan melaju pergi meninggalkan pesantren ini dan aku hanya bisa tersenyum tegar untuk dapat menguatkan tekad ku dalam menempuh pendidikan yang mandiri untuk 3 tahun lamanya, “Baiklah saatnya ku semangat untuk menghadapinya”  Terdengar suara wanita dari jauh seperti peringatan penanda waktu solat maghrib telah tiba 18.00  aku bersiap siap untuk melaksanakan solat maghrib berjamaah di gedung aula lantai atas yang masih terasa sepi dan hanya aku yang berjalan melewati tiap-tiap ruangan dan lorong yang begitu panjang,dan akhirnya sampai di aula untuk melaksanakan solat berjamaah.Sambil menunggu waktu adzan tiba ku pandangi orang-orang baru yang berada di sekitar ku, hingga waktu adzan di kumandangkan begitu tercengang ku mendengar suara adzan yang begitu merdu dan halus menyentuh perasaan ku dan begitu terngiang di telingaku hingga membuat ku mera   [sakan kenyamanan akan kumandang adzan yang amat merdu, hingga membuat ku penasaran akan suara yang merdu itu siapakah dia ? ? ? “ dalam pikiran ku begitu penasaran” akhirnya ibadah sholat pun dimulai hingga selesai dan setelah itu kembali ke asrama utuk menunggu waktu adzan isya. Sambil menunggu waktu adzan isya ku sempatkan untuk merapihkan barang-barang ku, hingga waktu adzan isya tiba aku mulai kembali penasaran siapakah nama seseorng yang bersuara merdu sungguh ku menyukai suara merdu itu sungguh hari pertama ini membuat ku penasaran.

            Sampai pada pukul 22.00 malam kegiatan hari ini belum begitu menantang bagi ku terasa mudah untuk di jalankan akan tetapi sayang nya aku belum mengenali teman – teman baru yang berada di asrama ini ingin rasanya berkenalan akan tetapi aku sedikit malu untuk mengawalinya, “ dalam pikiran ku ahh masih ada hari esok mudah-mudahan bisa cepet kenal amin”  kini malam telah menjelang dan kesunyian pun ikut mengiringinya kelelapan dalam malam terpancar dari ketenangan teman-teman baruku yang tertidur nyenyak di tiap masing-masing ranjang tidurnya.kini tinggal aku sendiri yang belu merasakan ngantuk sehingga ku pergunakan waktu malam ku untuk mengoreskan tinta hitam di atas kertas putih My Diary hingga tak terasa kantuk pun mulai membuat mataku terpejam namun ketika ku menengok dan menyapa dengan samping ranjang ku aku berkenalan dengan murid baru yang berbeda tingkatan dengan aku dia ternyata adik kelas ku dia bernama Siti Humairoh dari situ aku dan dia saling bercerita hal-hal kecil tak terasa hingga membuatku terlelap tidur, dan berharap untuk hari esok dan seterusnya akan ada kisah yang indah seindah di hari ini Amin.

Dalam indahnya mimpi dan nyenyak-nya tidur pukul 04.00 subuh terdengar suara yang amat mengganggu seperti gebrakan pintu dan teriakan seseorang wanita dewasa dan ternyata dia adalah seorang Ustzah Bagian Keamanan yang terlihat garang dengan sikap disiplin-nya sungguh membuat ku terasa mencekang “ AL’MUSOLIHA, HA’IYA ILA MASJID , KUMNA KUMNA “ pikirku bahasa yang belum aku mengerti namun seluruh santri bergegas bangun dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi dalam keadaan terkantuk-kantuk mata masih terpejam dan sederetan mengantri menunggu giliran untuk berwudhu sungguh rame sekali di subuh hari heheh awal kisah yang baru ku rasakan. Hingga solat subuhpun usai kini waktunya untuk perkumpulan para murid – murid baru di ruang aula dan di situ awal perkenalan ku dengan para murid baru dimulai. Selamat datang Sekolah baru dan suasanan baru serta menantang di kemudian hari. Selesai . . . .

Cerpen Nur Anisa Rufaidah
Mahasiswi UIN SMH Banten 

Cilegon, 13 Maret 2019