Mahasiswa UIN SMH Banten Menggagas Sebuah Gerakan Bernama Wakaf Ilmu



Zaman yang kian berubah menuntut kita menguasai skill-skill baru agar dapat bertahan dan mampu mengimbangi perubahan tersebut. Orang-orang yang memiliki "skill tepat zaman" bahkan bukan hanya bisa mengimbangi, tapi bisa mengendalikan bahkan depat meraih pundi-pundi rupiah dengan skill-nya itu.

Di era serba digital dan visual hari ini, terutama ketika Instagram booming, salah satu skill yang perlu untuk dikuasai adalah desain grafis. Orang-orang seakan berlomba menampilkan visual yang eye-cathing supaya menarik pemirsa yang banyak. Tidak terkecuali bagi mereka yang berbisnis melalui media sosial. Desain grafis menjadi skill yang wajib dikuasai. Bahkan organisasi atau masyarakat umum pun tidak lepas dari kebutuhan akan desain visual.

Atas dasar itulah pada Sabtu (01/02), Wakaf Ilmu --sebuah organisasi yang bergerak di bidang social empowerment, berkolaborasi dengan Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) mengadakan Kelas Desain Grafis yang diperuntukkan bagi lembaga sosial, mahasiswa, dan masyarakat umum. Diselenggarakan di Rumah Buku SAF Komplek Persada Banten Blok D no. 3 Kota Serang.



Kelas ini, kata Rizal selaku pengurus Wakaf Ilmu, diadakan secara gratis sebagai andil dan kontribusi untuk masyarakat. "Ke depan, insya Allah kita akan adakan kelas-kelas lain untuk mereka yang membutuhkan. Seperti kelas menulis, fotografi, pengelolaan keuangan dan lainnya. Kami punya keinginam agar orang-orang baik secara personal atau juga organisasi sosial, dapat lebih baik dengan menerima kelas-kelas yang kami adakan," kata Rizal menjelaskan.

Selain itu, masih menurut Rizal, Wakaf Ilmu yang dibentuk bersama anak-anak muda dari kampus UIN SMH Banten ini melakukan kegiatan organisasinya sebagaimana konsep wakaf pada umumnya. "Wakaf yang kita pahami biasanya berkaitan dengan wakaf dalam bentuk tanah, uang, bangunan, dan sebagainya. Wakaf Ilmu yang kami bentuk adalah wakaf dalam bentuk ilmu. Sehingga kami mengajak orang-orang yang memiliki ilmu atau skill tertentu untuk dapat mewakafkan ilmu dan skillnya untuk mereka yang butuh ilmu dan skill itu. Secara cuma-cuma."

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama