Manfaat Menulis dan Rihlah (Jalan-jalan bermakna) Bagi Kesehatan Mental



YOUTHINDONESIAN - Belakangan ini, karena semakin masifnya dan meluasnya nilai-nilai materialisme, membuat banyak orang terjebak hanya untuk terus bekerja dan rutinitas zombie, yang dikejar hanya uang, uang dan uang, money oriented. Kita memang perlu uang, tapi, kita juga sangat memerlukan kesehatan.

WHO dalam rilisnya, membeberkan fakta bahwa penyebab kematian terbesar bukanlah karena kecelakaan atau pembunuhan, tapi, kematian terbesar disebabkan oleh kasus bunuh diri atau gangguan mental alias kejiwaan, itulah salah satu di antara pembunuh nomor satu di dunia, kesehatan mental.

Itu juga yang dialami oleh negara Jepang dan penduduknya, sehingga membuat Jepang mengalami penurunan SDM produktif, akibat terlalu beratnya aktifitas yang harus mereka lakukan akibat tekanan sosial yang berkembang di sana.

Hampir sebagian besar umur orang Jepang hanya digunakan untuk berkerja, sampai membuat mereka stress dan depresi, mereka tak memiliki dan tak mau meluangkan waktu untuk memaknai dan menghayati hidup yang mereka jalani, atau lebih tepatnya tak sempat menikmati kesyukuran hidup. Pada akhirnya, membuat kebanyakan dari mereka melakukan tindakan bunuh diri.

University Berkeley dan beberapa universitas terkemuka di Jerman, dalam penelitiannya menjelaskan bahwa menulis adalah salah satu metode ataupun terapi yang bisa digunakan untuk menetralisir atau mengurangi dampak buruk dari depresi. Karena, dengan keterampilan menulis, seseorang bisa mengekspresikan energi emosional yang mereka rasakan, mengalirkan energi emosi negatif menjadi energi emosi postif.

Sedangkan, metode selanjutnya untuk mengurangi depresi dan tekanan-tekanan sosial lingkungan yang amat berat, rihlah dalam istilah bahasa Arab, alias jalan-jalan bermakna, itu pun bisa menjadi salah satu terapi untuk membuat mental menjadi lebih stabil dan segar, apalagi jika dilakukan bersama-sama, momen kebersamaan, adanya interaksi, akan membangun rasa emosional bagi seseorang bahwa keberadaannya diakui dan dipedulikan oleh yang lain.

Selain itu, dalam jalan-jalan pun, kita bisa mengamati dan mempelajari banyak hal, memaknai setiap perjalanan yang dilakukan dan mempelajari setiap tempat yang kita kunjungi.

Maka, metode healing terbaik adalah ketika kita bisa menggabungkan keduanya, yaitu jalan-jalan sambil menulis, selain melakukan jalan-jalan untuk menghilangkan penat, namun juga bisa mendapatkan ilmu dan menghasilkan sebuah karya tulis, yaitu tulisan catatan perjalanan.

Kita, saat ini, dan kebanyakan, setiap hari selalu dihabiskan untuk rutinitas yang menjemukan dan berulang, bahkan tak jarang menemui banyak masalah, maka dengan metode travel writer, itu adalah cara yang paling ampuh untuk membangun ketahanan dan kesehatan mental.

Apalagi travel writer tersebut diisi dengan berbagai kegiatan diskusi filosofi dan bermakna, tak hanya kesehatan mental yang didapatkan, tapi juga perkembangan keperibadian dan pertumbuhan jiwa yang lebih matang.***

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama