Full width home advertisement

Opini

Serba Serbi

Post Page Advertisement [Top]

YOUTHINDONESIAN - Bagi negara yang menganut demokrasi, pemahaman politik adalah hal vital yang sangatlah diperlukan, sebab, hakikat dari demokrasi adalah kedaulatan yang berada di tangan rakyat. Ketika rakyatnya apolitis, abai terhadap politik atau mungkin sama sekali tidak paham terhadap politik, ini akan sangat berbahaya bagi rakyat tersebut. Jika banyak masyarakat yang apolitis, maka para wakil yang ditunjuk atau entitas yang dipercaya oleh rakyat untuk menjalankan roda pemerintahan bisa berpotensi membodohi dan melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat.


Jika melihat dan mempelajari beberapa literatur tentang kenegaraan dan demokrasi di negara lain, misalnya saja New Zealand, masyarakatnya sangat terdidik dan melek politik, ketika ada berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, mereka akan mengkaji, membahas dan menyampaikan koreksi apabila ada hal-hal yang dirasa merugikan warga negara atau masyarakat untuk disampaikan kepada parlemen. Peran masyarakat sipilnya sangat kuat, lebih dominan dan memiliki peran yang sangat diperhitungkan. Anak mudanya pun tidak asal memilih calon wakil rakyat, mereka akan melakukan gerakan untuk memberikan edukasi terkait politik nilai, bukan ketokohan atau politik uang.


Bagi mereka, tak penting siapa presidennya atau siapa wakil rakyatnya, selama memiliki dan memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan atau nilai yang telah disepakati bersama dalam kultur politik yang ada di sana, maka mereka akan respect dan memberikan dukungannya.


Mereka juga akan melakukan riset terhadap setiap calon wakil rakyat serta membaca rekam jejak yang telah dilakukan oleh calon wakil rakyat tersebut. Ibaratnya fit and proper test sosial.


Menjelang pesta akbar demokrasi alias PEMILU 2024 di Indonesia, ini menjadi penentu arah bangsa Indonesia ke depan. Tetapi, dalam beberapa survey dan penelitian terkait sikap politik gen Z dan Milenial di Indonesia, banyak para pemilih pemula yang tidak tahu menahu tentang politik, bahkan ada yang apolitis alias tidak peduli terhadap politik, hal ini sangat berbahaya untuk perkembangan demokrasi suatu negara, anak muda harus dibekali pemahaman dan pendidikan politik serta politik nilai yang benar, agar diperoleh kemajuan negara dengan kebijakan yang pro dan peduli terhadap rakyatnya.


Dalam beberapa survey, gen Z di Indonesia lebih banyak terpaku pada game, sosmed dan gadget dari pada buku dan diskusi ilmiah dan tak peduli terhadap kondisi serta perkembangan politik. Padahal, hal tersebut menyangkut hajat hidup mereka juga.


Jika gen Z dan Milenial apolitis terhadap kehidupan politik negara, maka bisa berpotensi memunculkan dominasi kuasa, yang di mana jika ada seseorang yang memiliki pangkat dan jabatan maka ia bisa bertindak semena-mena dan sewenang-wenang.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

Bottom Ad [Post Page]