YOUTHINDONESIA - Fenomena sejumlah sekolah yang kekurangan murid di berbagai daerah belum mendapat tanggapan dari pemerintah.
Menghadapi persoalan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memilih tidak memberikan komentar saat dimintai respons oleh awak media.
Ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, Mendagri Muhammad Tito Karnavian hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban saat ditanya mengenai maraknya sekolah yang sepi peminat pada tahun ajaran baru.
Meski wartawan kembali mencoba meminta tanggapan, Tito tetap tidak memberikan penjelasan maupun komentar terkait isu tersebut.
Sebelumnya, Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai persoalan tersebut bukan disebabkan Indonesia kekurangan anak.
"Masalahnya bukan Indonesia kekurangan anak, tetapi distribusi anak, mutu sekolah, dan tata kelola penerimaan murid yang tidak merata," kata Ubaid, Senin, 13 Juli 2026.
Di sisi lain, Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad juga meminta pemerintah menyusun peta pendidikan yang lebih komprehensif.
"Perlu ada satu peta yang lebih lengkap berkaitan dengan siswa ini," ujar Habib saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

0Komentar