Pentingnya Pendidikan Untuk Kaum Perempuan


Kekerasan memang tidak memandang gender, siapapun bisa mendapatkan perilaku kekerasan. Hanya saja, untuk case KDRT, dari sekian banyak kasus, sebagian besar korban kekerasan di alami oleh kaum perempuan.


Selain faktor sosial, ekonomi dll. Salah satu faktor utama mengapa banyak perempuan selalu menjadi korban dalam KDRT, apalagi untuk perempuan kelas menengah dan bawah, adalah karena faktor pendidikan. Beda halnya untuk kaum perempuan terdidik, ketika mereka mendapatkan perlakuan kekerasan dan lain sebagainya dalam rumah tangga, mereka sudah tahu langkah apa yang harus mereka ambil, mulai dari membuat laporan ke pihak berwenang dan lain sebagainya.



Tapi, bagi mereka (perempuan) yang tidak berkesempatan mendapatkan pendidikan yang layak, akan lebih rentan mendapatkan perlakuan kekerasan. Apalagi di dalam kultur masyarakat tertentu, yang memiliki budaya patriarki yang kuat, laki-laki selalu dianggap benar, dan perempuan dibuat selalu dalam keadaan tidak berdaya dan ketergantungan.


Beruntung, saya pernah belajar dan berkesempatan membersamai mereka, para perempuan tangguh yang ada di pelosok kampung yang hidup di tengah keterbatasan. Walau demikian, semangat belajar mereka sungguh tinggi. Saya sangat terkesan sekali melihat kesungguhan mereka untuk belajar. Mereka adalah para perempuan yang menikah dalam usia muda, rata-rata lulus SLTP langsung menikah.



Kaum perempuan, yang nantinya akan menjadi Ibu, adalah pendidik pertama dalam rumah tangga. Oleh karena itu, pendidikan itu sangat penting, baik untuk perempuan atau pun laki-laki, tak ada bedanya. Walau sering kali didapati di tengah masyarakat kita yang masih berpikir jika perempuan tidak perlu sekolah tinggi, karena ujung-ujungnya akan berada di dapur. Tapi, kenyataannya tidak lah se-simple itu, perempuan yang memiliki pendidikan yang layak dan memadai, akan lebih mandiri dan mampu membawa dirinya dalam kondisi dan situasi apapun.


Ini adalah salah satu dokumentasi saat pelatihan micro finance, mengajarkan bagaimana mengelola keuangan dan membuat kelompok keuangan mikro, agar mereka bisa lepas dari jerat dan praktek rentenir yang sekarang sudah masuk sampai pelosok desa.


#gender #microfinance #ekonomi #genderequality #genderliteracy #microfinance

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama