Pergerakan Mahasiswa dan Nina Bobo


Youthindonesian - Mahasiswa dikenal sebagai Agent Of Change, Social Control, mereka yang selalu bergerak ke arah perubahan, berdiskusi untuk memecahkan masalah, melakukan eksperimen yang terencana, luas wawasan dan pergaulan, memberikan ide-ide berlian dan solusi terbaik demi kemaslahatan bersama.

Akhir-akhir ini, sedikit demi sedikit, mahasiswi kehilangan porosnya pada pergerakan. Ketika Virus Covid-19 melanda, seluruh elemen masyarakat dari kalangan muda hingga tua, membuat mereka sulit bergerak, tentunya sudah pasti Covid-19 ini menjadi kambing hitamnya.

Kasur Yang Empuk dan Aspal Yang Panas

Pada akhirnya banyak Mahasiswa yang terbentur dengan realita, disibukan dengan urusan pribadi, perekonomian yang menurun, masalah keluarga, masalah akademik dan lain sebagainya.

Dalam hal ini tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan waktunya di rumah dengan mengerjakan kegiatan yang produktif, atau bahkan bersantai di atas kasur yang empuk sehingga terlena oleh keadaan, karena mungkin faktor kebingungan.

Begitu juga tidak sedikit dari mereka yang bekerja keras siang dan malam menjadi tulang punggung demi memenuhi kebutuhan keluarga, kuliah, dan lain-lain karena mungkin faktor ekonomi yang kian menurun.

Pergerakan atau Rebahan

Sebagai Mahasiswa pergerakan tentunya pusat inkubasinya adalah Organisasi, Komunitas, dan Unit Kegiatan lainya. Nyatanya, akhir-akhir ini sulit sekali mencari Mahasiswa yang idealis, selalu ditunggangi oleh kepentingan, sehingga ketika tidak ada kepentingan maka berujung pada rebahan.

Sering kita mendengar istilah "Healing" kalimat yang sering terucap dan terdengar dikalangan anak muda, biasanya untuk melepas penat dari kegiatan atau masalah yang dialami. Ini menjadi obat bagi mereka, tapi tidak sepenuhnya menyembuhkan akan tetapi bisa jadi kebiasaan. Artinya, bahwa anak muda sekarang sering kali mengeluh, dan Healing adalah solusinya.

Pergerakan ini sudah lama tertidur dalam mimpi-mimpi belaka, ingin cepat lulus adalah salah satu mimpi, tapi jarang sekali mempersiapkan pasca kelulusan. Padahal dunia pasca kampus adalah dunia yang nyata. Harusnya Mahasiswa paham akan hal itu, dan hanya di Organisasi yang memfasilitasi hal itu.

Kembali Pada Porosnya

Sejauh ini Mahasiswa sudah kehilangan porosnya dalam pergerakan, harus dibangkitkan kembali kesadarannya, dibutuhkan forum-forum penyadaran dan penyegaran, kesabaran dan keikhlasan, kefokusan untuk mempersiapkan masa depan.

Untuk menciptakan itu, perlunya konsisten dalam pembinaan secara intens, menjadikan organisasi sebagai batu loncatan, menanamkan intlektual dan profesionalitas, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, dan mempersiapkan kehidupan pasca kampus. Kemudian, yang terpenting adalah menata kehidupan, cita-cita, rasa cinta, demi terciptanya Bangsa dan Negara Indonesia yang Adil dan Sejahtera

Oleh : Roja Rohmatulloh
Founder Rumah Pemimpin

@rumah_pemimpin

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama