Udah Capek Kerja Lembur Bagai Kuda, Kerja Bertahun-Tahun, Tapi Gak Menghasilkan Apapun, Why?



Udah capek kerja tapi gak dapat apa-apa, kerja udah bertahun-tahun tapi gak punya aset apapun, atau gak punya sesuatu apapun yang kemudian bisa bermanfaat dan menunjang untuk kehidupan. Jangankan beli motor, beli smartphone aja susah banget, dan aset yang dimiliki gak harus yang sifatnya materi ya, bisa juga investasi pendidikan, misalnya, ikut bootcamp atau workshop untuk meningkatkan skill, nah hal yang seperti itu juga termasuk aset, pertanyaannya, kita punya gak hal-hal itu, aset materi atau minimal aset non-materi selama kita kerja?

Kalau hal-hal yang seperti itu pun kita gak punya, ya Tuhan, terus capek kerja kamu hasilnya apa. Tabungan gak ada, aset gak punya, skill pun nihil, wajah juga tak kunjung glowing.

Ini adalah tanda tanya besar, lalu, yang kita lakukan selama ini apa, bekerja itu harusnya menghasilkan sesuatu, sesuatu yang bermanfaat dan membuat dirimu bermartabat?

Yuk kita evaluasi lagi, coba kita periksa lagi, yang salah adalah pekerjaannya, tempat kita kerja atau diri kita, mari kita analis bersama.

Sebelum kita melihat keluar dan nyari obyek untuk dikambing hitamkan atau disalahkan, pertama, kita cek dulu deh diri kita, jangan-jangan selama ini, kita emang bekerja tanpa arah, emang kitanya yang gak punya konsep dan tujuan di hidup kita. Coba tanya ke diri sendiri, selama bekerja mau ngapain aja, mau prepare apa, mau pengembangan karir seperti apa.

Jangan sampai, tahu-tahu udah 4-5 tahun kerja, dan kondisi kita masih begini-begini aja, skill baru gak punya, aset gak ada, S2 juga gak, tabungan Nol, capek iya, dan mulai sering sakit-sakitan, yang ada malah overthinking, ditambah jomblo pula, na'as.

Yang kedua, kita cek tempat kerja kita, apakah tempat kerja kita adalah tempat yang memiliki support system dan lingkungan yang bisa bikin kita berkembang ataukah tempat kerja kita itu stagnan circle atau bahkan toxic cirle, nah itu dicek, kalau emang lingkungannya begitu, berarti kita harus punya circle yang bisa bikin kita tetap bertumbuh (cari teman dan lingkungan yang progressif).

Bukan berarti kamu harus berhenti dari tempat bekerja atau resign ya, sementara ya sabar dulu, banyak belajar dan siapin diri dulu. Baiknya, sebelum resign, kamu harus punya skill yang mumpuni, punya tabungan atau dana cadangan, dan tahu apa langkah berikutnya yang akan kamu lakukan, atau kalau bisa sih kamu sudah dapat pekerjaan baru yang lebih baik sebelum kamu resign. Jangan ujug-ujug keluar tanpa persiapan, itu namanya keluar dari mulut harimau tapi masuk ke mulut buaya.

Yang ketiga adalah pekerjaannya, apakah pekerjaan yang kamu lakoni atau tekuni adalah pekerjaan yang kamu banget, atau sebenarnya karena kamu terpaksa aja karena gak ada kerja lain. Nah, kalau kayak gitu, berarti kamu harus siapin diri kamu, kamu harus mulai investasi di bidang pendidikan yang bisa scale up kemampuan dan bisa menunjang passion kamu.

Supaya kamu bisa bekerja di pekerjaan yang sesuai passion kamu, kamu bisa ikut bootcamp, workshop dan pelatihan tersertifikasi atau ambil S2 dan kegiatan scale up lainnya, cari training yang sifatnya skill atau kemampuan teknis, untuk nambah kemampuan dan skill kamu. Misalnya, ikut kelas copywriting, digital marketing, web development, data science, design grafis, fotografi dan lain sebagainya, yang sesuai minat kamu dalam mengembangkan karir.

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama