YOUTHINDONESIAN.COM | Di era di mana istilah "pesta demokrasi" sering digunakan untuk membungkus proses pemilu yang penuh intrik, Watchdoc Documentary kembali hadir dengan karya investigatif yang mengguncang: Pesta Oligarki. Dirilis pada 31 Januari 2025, film ini menjadi lanjutan spiritual dari seri dokumenter mereka yang mengupas korupsi sistemik, seperti Keluarga Berkuasa (2024), yang fokus pada dinasti politik keluarga. Dengan durasi sekitar 45-60 menit (berdasarkan gaya Watchdoc yang ringkas namun mendalam), Pesta Oligarki mengkritik bagaimana pemilu 2024 di Indonesia berubah menjadi "pesta" bagi oligarki, di mana kekuasaan dan sumber daya negara dikuasai segelintir elite.Sinopsis: Dari "Pesta Demokrasi" ke Dominasi OligarkiFilm ini diawali dengan referensi historis: istilah "pesta demokrasi" pertama kali dipopulerkan Presiden Soeharto pada 1981 era Orde Baru, dan diulang Presiden Jokowi dalam konteks pemilu 2024. Watchdoc, di bawah arahan sutradara Dandhy Dwi Laksono (pendiri dan direktur kreatif Watchdoc), mengungkap bagaimana "pesta" ini sebenarnya adalah pesta oligarki—di mana keluarga berkuasa dan konglomerat mengendalikan proses politik melalui uang, media, dan jaringan. Narasi berfokus pada kasus-kasus nyata, seperti pengaruh oligarki dalam pilkada dan pemilu nasional, dengan studi kasus dari daerah-daerah yang dikuasai dinasti keluarga, mirip tema di Keluarga Berkuasa yang membahas 294 daerah terpengaruh dinasti pada 2024.
Dokumenter ini menampilkan wawancara dengan aktivis, pakar politik, dan warga biasa yang menjadi korban. Misalnya, cerita dari masyarakat di Pulau Bacan dan Halmahera Selatan, di mana eksploitasi sumber daya alam oleh elite oligarkis merusak lingkungan dan kehidupan sosial. Produksi Watchdoc, yang dikenal independen dan didanai melalui crowdfunding serta dukungan masyarakat, menggunakan footage arsip, infografis, dan data investigasi untuk membangun argumen yang kuat.Analisis: Tema Oligarki Keluarga dan Kritik SosialKey themes dalam Pesta Oligarki meliputi konsentrasi kekuasaan di tangan oligarki keluarga, yang sering kali menggabungkan politik dengan bisnis (anarko-kapitalisme). Film ini terkait erat dengan Keluarga Berkuasa, yang mengupas dinasti politik pasca-putusan Mahkamah Konstitusi 2015, menunjukkan bagaimana oligarki keluarga memperkuat dominasi melalui partai politik dan transaksi gelap. Watchdoc berhasil merepresentasikan oligarki sebagai sistem yang merusak demokrasi, dengan elemen visual seperti diagram jaringan kekuasaan dan testimoni korban yang membuat penonton merasakan dampaknya secara emosional.
Kontroversi muncul sejak rilis: film ini dikritik oleh kalangan elite sebagai "propaganda", tapi mendapat pujian dari aktivis HAM dan akademisi atas keberaniannya. Dampaknya signifikan, memicu diskusi di media sosial dan forum seperti WatchTalk, di mana isu keadilan politik dibahas lebih dalam. Kelemahan kecil mungkin pada fokus yang terlalu luas, membuat beberapa kasus kurang dieksplorasi mendalam dibandingkan Keluarga Berkuasa.Kesimpulan: Panggilan Aksi untuk Demokrasi SejatiPesta Oligarki adalah masterpiece Watchdoc yang wajib ditonton bagi pecinta isu sosial-politik Indonesia. Dengan pesan tajam tentang bagaimana oligarki keluarga "merayakan" kekuasaan sambil meninggalkan rakyat dalam kemiskinan, film ini bukan hanya dokumenter, tapi katalis perubahan. Skor ulasan: 9/10—kuat dalam riset dan naratif, meski bisa lebih panjang untuk kedalaman. Tonton gratis di situs resmi Watchdoc untuk merasakan getaran reformasi yang dibutuhkannya.
Dokumenter ini menampilkan wawancara dengan aktivis, pakar politik, dan warga biasa yang menjadi korban. Misalnya, cerita dari masyarakat di Pulau Bacan dan Halmahera Selatan, di mana eksploitasi sumber daya alam oleh elite oligarkis merusak lingkungan dan kehidupan sosial. Produksi Watchdoc, yang dikenal independen dan didanai melalui crowdfunding serta dukungan masyarakat, menggunakan footage arsip, infografis, dan data investigasi untuk membangun argumen yang kuat.Analisis: Tema Oligarki Keluarga dan Kritik SosialKey themes dalam Pesta Oligarki meliputi konsentrasi kekuasaan di tangan oligarki keluarga, yang sering kali menggabungkan politik dengan bisnis (anarko-kapitalisme). Film ini terkait erat dengan Keluarga Berkuasa, yang mengupas dinasti politik pasca-putusan Mahkamah Konstitusi 2015, menunjukkan bagaimana oligarki keluarga memperkuat dominasi melalui partai politik dan transaksi gelap. Watchdoc berhasil merepresentasikan oligarki sebagai sistem yang merusak demokrasi, dengan elemen visual seperti diagram jaringan kekuasaan dan testimoni korban yang membuat penonton merasakan dampaknya secara emosional.
Kontroversi muncul sejak rilis: film ini dikritik oleh kalangan elite sebagai "propaganda", tapi mendapat pujian dari aktivis HAM dan akademisi atas keberaniannya. Dampaknya signifikan, memicu diskusi di media sosial dan forum seperti WatchTalk, di mana isu keadilan politik dibahas lebih dalam. Kelemahan kecil mungkin pada fokus yang terlalu luas, membuat beberapa kasus kurang dieksplorasi mendalam dibandingkan Keluarga Berkuasa.Kesimpulan: Panggilan Aksi untuk Demokrasi SejatiPesta Oligarki adalah masterpiece Watchdoc yang wajib ditonton bagi pecinta isu sosial-politik Indonesia. Dengan pesan tajam tentang bagaimana oligarki keluarga "merayakan" kekuasaan sambil meninggalkan rakyat dalam kemiskinan, film ini bukan hanya dokumenter, tapi katalis perubahan. Skor ulasan: 9/10—kuat dalam riset dan naratif, meski bisa lebih panjang untuk kedalaman. Tonton gratis di situs resmi Watchdoc untuk merasakan getaran reformasi yang dibutuhkannya.

0Komentar