Jauh dari Tanah Kelahiran dan Mengabdi di Perbatasan, Ini Dia Sosok Pemuda Inspiratif Asal Banten -->

Jauh dari Tanah Kelahiran dan Mengabdi di Perbatasan, Ini Dia Sosok Pemuda Inspiratif Asal Banten

Admin
Selasa, 11 April 2023


YOUTHINDONESIAN - "Sebaik-baiknya manusia ialah yang bermanfaat bagi sesama" merupakan Motto salah satu pemuda inspiratif Asal Banten yang kini sedang mengabdi menjadi Guru Muda di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste sejak November 2022 lalu.

Aldi Reihan atau yang akrab dipanggil Aldi, merupakan Alumni Bidikmisi Jurusan Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Dakwah, UIN SMH Banten. Pemuda kelahiran 6 Februari 1997 ini memilih mengabdikan dirinya menjadi Guru Muda di SDN Leomanu, Amfoang Timur, Kupang- Nusa Tenggara Timur. 

"Melalui program Pijar (Pi Mengajar), sebuah gagasan dari CT Arsa Foundation untuk meningkatkan pendidikan berkualitas di Pelosok negeri. Saya berkesempatan mengabdi di SDN Leomanu, sebuah sekolah yang berada di Kecamatan Amfoang Timur, berbatasan antara Indonesia dan Timor Leste" Kata Aldi.



Dalam perjalanannya, mengabdi di daerah perbatasan bukan hal yang mudah, ada banyak tantangan dan rintangan yang harus dilalui. namun dalam menyikapi hal itu ia mencoba memberikan yang terbaik sesuai kemampuannya.

"Menjadi seorang guru yang baik merupakan salah salah satu impian, namun untuk mencapai itu ternyata tidak mudah. terutama di daerah perbatasan yang minim akan fasilitas dan sinyal internet. untuk itu pentingnya memaksimalkan kemampuan dan inovasi yang dimiliki untuk memberikan dampak positif" Ujar Aldi. 

Selain mengajar, Aldi juga melakukan beberapa aktivitas guna meningkatkan pendidikan literasi. Seperti klinik literasi, klinik pesiar, home visit, persiapan lomba literasi, dan berbagai aktivitas lainnya.



"Selama di tempat pengabdian, saya menyadari satu hal, yakni yang harus di fokuskan guru itu bukan hanya mengajar, akan tetapi mendidik. untuk itu pentingnya keilmuan dan kesabaran dalam menjalani prosesnya. selain itu pentingnya inovasi pembelajaran juga adalah hal yang utama" Ujarnya. 

"Pendidikan merupakan mata rantai untuk memutus kemiskinan. Semoga kedepannya banyak pemuda di Indonesia yang tergerak hatinya dan bergerak sesuai passionnya untuk fokus pada pendidikan, terutama di daerah daerah yang sulit dijangkau" Tuturnya

selain passion, konsisten juga perlu diterapkan dalam menjalani setiap aktivitas. 

"Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, itu akan berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan. maka teruslah berkontribusi dan konsisten terhadap apa yang kita lakukan" Tutup Aldi.

Dalam mewujudkan makna bermanfaat bagi sesama, ini menjadi alasan Aldi Raihan yang merupakan Alumni UIN Sultan Hasanudin Banten ini mengabdikan dirinya di NTT sebagai pengajar.