Writing Competition 2019 : MY MOTHER IS A LIAR

(pictures by google images)


 
“ini adalah ibuku, yang sangat aku sayang ibu yang telah membesarkanku dari kecil hingga saat ini. Ibu yang selalu menjagaku. Dan dengan rapihnya menata kebutuhanku, mengajarkanku hidup bahkan sampai hal hal kecil yang aku butuhkan dan membuat segala sesuatunya berjalan dengan indah, tapi sayang ibuku adalah seorang pembohong” ucap ayla ,sambil memegang tangan ibunya yang sedang berbaring lemah dengan mata tertutup dan selangi nfus yang berada di tangannya di dalam ruangan khusus.

Setiap harinya ibu ayla berjualan kue yang dia bawa mengelilingi perumahan sambil menawarkan kepada tetanga-tetanganya seraya berkata “kue kue kue kue” sesekali ia pun menjadi kuli cuci baju tetanganya agar mendapatkan uang tambahan untuk hidupnya dan anaknya itu .hingga suatu ketika alya sedang berjalan di sekolahnya tiba-tiba datanglah teman-temannnya yang bertepuk tangan dan mengejeknya “sepatu jelek, sepatu jelek, sepatu jelek” ibu alya hanya bisa tersenyum di depan gerbang sekolah sambil memegang besi pagar sekolahan tersebut, akhirnya alya pun melepas kedua sepatunya, membawa dan tersenyum teman-temannya sambil meninggalkan mereka dan menuju kepada ibunya yang sudah menunggu untuk menjemputnya pulang sekolah.

Setelah pulang dari sekolah ibu alya pun shalat dan berdoa kepada Allah swt, kemudian ia pun mengambil celengan simpanannya  yang ia simpan sejak almarhum suaminya masih hidup dan membantingkan celengan tersebut hingga uang pun berserakan dan ia pun mengambil uang tersebut sambil menangis. Ayah alya adalah seorang polisi yang sudah lama meninngalkan mereka berdua.
Alya pun mengingat atas apa yang telah dia lakukan kepada ibunya, sebelum masuk rumah sakit,

 “Aku jenuh dengan keadaan sehari-hari ibu selalu cerewet apa pun yang aku lakukan , ketika mengantuk saat belajar malam, aku menyisakan nasi ketika setelah makan, pakaiyan sekolahku kotor karna aku bermain dengan kawan-kawanku hingga aku jarang di beri uang jajan dan sering di ejek-ejek miskin oleh kawan-kawanku dan pada akhirnya aku menelaktir semua kawan-kawanku dengan uang les dan uang buku yang ibu berikan kepadaku satu hari guru pun memanggil ibu aku tak tahu apa yang dibicarakannya yang aku tahu wajah ibu sangat kusut dan pucat saat itu” ucap alya
kemudian dokter memeriksa ibunya dan menggelengkan kepala bertanda bahwa nyawa ibunya tidak dapat diselamatkan kembali

pada saat itu ibu marah-marah kepadaku aku tidak terima.
ibu: “alya kamu kemanakan uang les dan uang buku yang ibu berikan kepadamu?”
alya: “ya ga tau lah, jatuh kali” jawab alya dengan gampangnya.
ibu: “jangan bohong sama ibu” sambil membentak.
alya: “ya aku cape bu aku kan ingin jajan di sekolah sedangkan teman-temanku mereka selalu duduk bersama jajan menikmati makanan” jawab alya sambil menampakan wajah yang tidak terima padai bunya .
ibu: ibu kan sudah memberikan makanan kepadamu" jawab ibu dengan pasrah kepada anaknya yang membangkang perkataannya itu.

alya:aku bosan sama makanan ibu menunya Cuma mie, nasi, telur. aku bosan jadi bahan ejekan aku bosan jadi orang miskin kaya ibu" jawab alya dengan mengeraskan suaranya lalu ia pergi kekamarnya dan menutup pintu kamarnya’
kemudian didalam kamar alya menangis di belakang pintu kamarnya menyesali atasa pa yang telah ia lakukan begitu juga dengan ibu alya yang menangis karna apa yang telah ia lakukan anak kandungnya kepada dirinya

setelah itu aku tinggalkan ibu sendirian yang kemudian aku mendengar desak tangisnya dari balik pintu kamarku malamnya aku mengintip ibu yang sedang menjahit pakaian, ibu juga harus menggoreng kue dan memasak untuk jualan besok sesekali ibu menyetrika pakaianku. aku beranikan diri keluar kamar memeluk ibu dari belakang sembari meminta maaf atas perkataannya tadi siang [mereka berdua pun menangis penuh hikmah tidak lama kemudian ibu mengambil sepatu baru padaku yang di belikan dari uang tabungnya dan ibu memasangkan sepatu baru ke kakiku untuk dicoba aku pun kembali menangis dengan haru, dan merasa ibu adalah wanita paling sempurna di dunia meskipun kondisi kami saat ini sulit tapi ibu tidak pernah menyerah apalagi menunjukannya padaku dan ibu selalu berbohong ia selalu berpesan dimana pun aku hidup harusjadi orang yang bermanfaat dan berjuang untuk meraih cita-cita. Dan kini ibu telah tiada, dia alya tidak akan pernah bertemu kembali dengan ibunya yang sangat berarti  baginya……….

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama