Puisi : Dunia Pertamaku


Karya Nina Saingo

Dunia Pertamaku

Saat malaikat meniupkan serbuk ajaibnya, hadirlah diriku sebagai yang pertama.
Berkas sinar keemasan melingkupi sekelilingku.
Perlahan-lahan mataku terbuka dan takjub dengan dunia indah yang ada.

Ciuman dan pelukan ayah serta ibu membuat aku bertumbuh sempurna.
Melihat aneka warna kehidupan yang ditaburkan, Aku bahagia. 
Kemanapun ayah dan ibu pergi, aku selalu dibawa dan dibanggakan.

Senyuman manis selalu menghiasi hidup mereka dengan hadirnya diriku.
Hingga suatu pagi...
Kudengar teriakan ibu yang memanggil ayah. Mata mereka berbinar-binar saat melihat suatu benda yang ada dalam genggaman ibu. Dalam sekejab ayah merengkuh ibu dalam pelukannya.

Aku bahagia saat ayah mengatakan aku akan mempunyai seorang adik.
Pasti dia lucu dan menggemaskan. 
Bulan berganti bulan.. Lahirlah adikku. Rasa takjub melingkupi hatiku. Apakah seperti itu diriku saat lahir? Tak henti-hentinya aku memandangi keajaiban itu.

Ku angkat wajahku memandangi ayah dan ibu secara bergantian. Mereka sementara tersenyum hangat padaku. Aku digendong dan dicium ayah berkali-kali.
Seketika pecah tangisku.

Aku takut tak lagi merasakan sentuhan cinta, pelukan hangat dan senyum kebanggaan dari kedua orangtuaku. Aku takut tak merasakan itu semua lagi karena hadirnya adikku. Setakut gelap yang berganti terang.

Aku meronta-ronta di pelukan ayah. Seakan bisa membaca isi hatiku, ayah membisiki kalimat ajaib: "Kau tetap yang pertama dan tak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisimu." Aku menatap lekat-lekat wajah ayah dan mempererat pelukanku.
"Sesuai harapanku." Kataku lirih.

#Youthpress.id
#TugasmenulisYouthpress
#Harapan

1 Komentar

  1. Beta cuma bisa senyum. Soalnya beta bukan anak sulung 🥰❤

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama